Bocah Gizi Buruk

Kisah Pilu Bocah Penderita Gizi Buruk di Bogor, Orangtua Ngutang ke Warung Demi Anaknya Bisa Makan

Tubuh bocah warga Kampung Babakan Sipayung RT 02/08, Desa Sipayung, Sukajaya, Kabupaten Bogor tampak tak nornal seperti anak usai sebayanya.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Damanhuri
istimewa
Muhamad Oji (6) bocah yang mengalami gizi buruk 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKAJAYA - Kisah pilu dialami Muhamad oji (6) bocah penderita gizi buruk asal Bogor.

Tubuh bocah warga Kampung Babakan Sipayung RT 02/08, Desa Sipayung, Sukajaya, Kabupaten Bogor tampak tak normal seperti anak usai sebayanya.

Himpitan ekonomi membuat bocah ini menderita gizi buruk.

Bahkan, orangtua Oji kerang berhutang di warung demi anaknya bisa makan.

Mumun (38), ibu kandung Oji mengatakan, saat ini dirinya mengalami kendala himpitan ekonomi sehingga berdampak terhadap asupan gizi anaknya.

"Dulu sempat dibawa ke RSUD Leuwiliang karena kita tidak punya biaya jadi dibawa pulang," ujarnya kapada wartawan.

Mumun mengaku mendapatkan bantuan hanya dari Kepala Desa untuk asupan makan.

Sebab, sang putra tercintanya itu hanya mengkonsumsi bubur bayi yang harus dibeli di warung.

"Suka dikasih sama kepala desa Rp 70 ribu per bulan untuk beli bubur SUN untuk bayi,"  kata sang ibu.

Namun, kata dia, bubur bayi untuk anaknya tersebut terkadang kurang sehingga ia harus berhutang dulu di warung.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kurang Makan, Bocah 6 Tahun di Sukajaya Bogor Derita Gizi Buruk

"Setiap bulan kita dikirimkan sun oleh kepala desa. Itu juga kadang kurang, jadi saya suka ngutang dulu ke warung, karena Oji suka menolak makanan yang lain, maunya sun cerelac saja," tuturnya.

Ia melanjutkan, sejak sang anak dirawat di rumah, pisah puskesmas setempat tak ada yang datang ke rumahnya.

Ia berharap, anaknya bisa tumbuh normal seperti anak lainnya.

"Pihak pukesmas belum datang ke sini, karena Oji suka nangis di tempat ramai," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sipayung,  Iyus menegaskan bahwa pihaknya tengah mengurus BPJS Oji yang menunggak bertahun-tahun.

"Saya sedang urus BPJS-nya, karena sekarang tidak memiliki anggaran untuk mengurus tunggakan sebesar 2 juta," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved