Breaking News:

Geger Mayat Wanita Ditemukan Terapung di Irigasi, Ada Luka Bekas Benturan

Penemuan mayat wanita menghebohkan warga Desa Mattirorasi, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi - Mayat wanita ditemukan dalam irigasi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Penemuan mayat wanita menghebohkan warga Desa Mattirorasi, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Mayat yang sudah menghitam itu ditemukan warga dalam irigasi bersama tumpukan sampah.

"Awalnya kami melihat tangan di antara tumpukan sampah dalam saluran irigasi, kami kita tangan boneka. Saat mencongkel dengan kayu ternyata tangan manusia yang terbujur kaku." Jelas Idris, warga Desa Mattirotasi, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (1/4/2021).

Setelah mengetahui kalau itu tubuh manusia, warga pun melaporkan kejadian itu ke polisi.

Jenazah perempuan itu dibawa ke Ruang Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang, Kabupaten Pinrang.

"Mayat wanita yang ditemukan menggunakan Gamis coklat dengan rambut terikat dengan sebuah karet gelang. Rambut diwarnai pewarna rambut berwarna putih, " jelas Kanit Resum Satreskrim Polres Pinrang, Iptu Sukri usai melakukan olah TKP.

Baca juga: Identitas Mayat Mengambang di Sungai Kumpa Cibinong Masih Misterius

Kata Sukri, diperkirakan umur korban sekitar3 23 hingga 27 tahun.

Pihaknya masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara. Tak satu pun warga sekitar irigasi mengenali mayat itu.

"Kita masih melakukan penyelidikan, apakah korban hanyut atau tewas dibunuh. Karena beberapa bulan ini tidak ada laporan kehilangan orang," jelas Sukri.

Sementara itu, hasil otopsi dokter di ruang mayat RSUD Lasinrang, ditemukan sejumlah bekas luka pada bagian tubuh korban.

"Dari hasil otopsi, kami dokter RSUD Lasinrang, menemukan sejumlah luka bekas benturan benda tumpul, " ungkap dr.Herianti, Dokter UGD RSU Lasinrang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mayat Wanita Ditemukan Terapung di Irigasi Bersama Tumpukan Sampah"

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved