Teroris Serang Mabes Polri
Terduga Teroris ZA Punya Kartu Perbakin, BIN Heran Cara Serang di Mabes Polri : Kaya Orang Bingung
Meski memiliki kartu, Anggota Badan Penasehat PB Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Bambang Soesatyo mengatakan VA bukanlah anggota Perbakin.
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Meski memiliki kartu Perbakin namun pola serang ZA di Mabes Polri dinilai tak seperti orang terlatih.
Padahal ZA, wanita terduga teroris yang serang Mabes Polri, memiliki kartu Perbakin.
Meski memiliki kartu, Anggota Badan Penasehat PB Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Bambang Soesatyo mengatakan ZA bukanlah anggota Perbakin.
Menurut Bamsoet, kartu yang dimiliki ZA adalah KTA anggota club menembak airsoft gun.
"Setelah saya cek di database Perbakin, yang bersangkutan tidak terdaftar. Dia bukan anggota Perbakin. KTA-nya keanggotaan klub menembak airsoft gun," kata Bamsoet dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.
Ia menuturkan, KTA Perbakin yang disebut milik terduga teroris dan beredar di media sosial juga tidak sesuai dengan standar baku KTA Perbakin.
Bamsoet mengatakan KTA Perbakin hanya mencantumkan tiga kode yakni Tembak Sasaran (TS), Tembak Reaksi (TR), dan Berburu (B).
Ketiga kode tersebut menunjukkan spesifikasi keahlian menembak yang dimiliki anggota Perbakin.
Adapun di media sosial, KTA Perbakin itu menunjukkan spesifikasi Basis Shooting Club.
Bamsoet mengatakan Basis Shooting Club tak lagi tercatat sebagai spesifikasi yang diakui di Pengprov Perbakin DKI Jakarta sebagaimana tertera dakam KTA Perbakin yang beredar di media sosial tersebut.
"Perlu diketahui, KTA klub dan KTA Perbakin itu berbeda. Pemilik KTA klub menyatakan ia adalah anggota klub yang bernaung di bawah Perbakin. Artinya ia adalah anggota klub namun belum tentu anggota Perbakin," tutur Ketua MPR itu.
Deputi VII Badan Intelejen Negara ( BIN ) Wawan Purwanto mengatakan bahwa kepemilikan kartu Perbakin dengan aksi di Mabes Polri bukanlah hal yang kebetulan.
"Tidak ada yang kebetulan dalam perencanaan tindak pidana, mereka tentu melalui proses panjang hanya sekarang titik pointnya ditentukan mana yang ada,
perintah serang kan dari Januari dari kelompok ekstrim ini mengenai titik yang mau dipilih, salah satunya terkait aparat kemanan," kata Wawan Purwanto dikutip TribunnewsBogor.com akun Youtube Najwa Shihab dalam tayangan Mata Najwa.
Menurut Wawan, ZA sendiri terlihat seperti tidak terlatih saat melakukan penembakan di Mabes Polri.
Wawan berujar, sikap dan tindakan ZA di Mabes Polri seperti sama sekali tidak mengerti ilmu perang.
"Persoalannya adek satu ini tidak berlatih menembak dengan pola formasi tempur, dia masih sama sekali tidak mengerti ilmu perang," kata Wawan.
"Itu anda baca dari tingkah laku di CCTV ?" timpal Najwa Shihab.
Sikap dan tingkah yang dimaksud Wawan adalah seperti, tidak merunduk dan berlindung saat menyerang Polisi.
"Tidak merunduk di lokasi yang aman, tidak tiarap, tidak di gorong-gorong atau berdiri di balik sebuah perlindungan yang cukup, malah membiarkan dirinya ditembak," kata Wawan Purwanto.
Bahkan ketika berhadapan dengan petugas, ZA terlihat hanya menodongkan senjata saja.
"Ketiak dia berhadapan dengan ptugas yang siap hanya menodongkan tidak melesatkan peluru,
jadi ini yang masih salah satu indikasi dia belum berlatih secara trik militer atau pola serang yang mestinya dilakukan sehingga sama sekali tidak ada korban," kata Wawan.
Selain itu, petugas yang sigap saat menghadapi serang ZA membuat tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Di samping itu memang capicity building markas memang diperkuat jadi senjata itu melekat sehingga ada alarm seperti ini lantas terkepung dia,
jadi si ZA ini tidak mempelajari secara detail analisa sasaran," kata Wawan.
"Pelaku teror yang semi amataur bahkan amatir ?" tanya Najwa Shihab.
Wawan Purwanto bahkan mempertanyakan siapa sebenarnya sasaran yang dituju oleh ZA di Mabes Polri.
"Betul (amatir), tidak terencana secara baik dan ngacak sekali dan sama skelai tidak ada korban, siapa yang mau dituju sehingga seperti orang bingung," kata Wawan.
Maka dari itulah, tindakan ZA kata Wawan sudah sepatutnya menjadi bagi kaum muda agar tidak mudah untuk melakukan tindakan seperti itu.
Wawan Purwanto berpesan agar anak muda lebih dekat dengan orangtua sehingga tidak terjerumus dalam konflik seperti ini.
"Ini juga pesan bagi kaum muda untuk tidak segampang itu melakukan sesuatu lebih baik kita dengarkan semua pihak, khususnya dekatlah dengan orangtua sehingga tidak terseret pada arus pusaran konflik seperti ini," kata Wawan Purwanto.
Berita tentang teroris
Berita tentang Mabes Polri
Berita tentang Najwa Shihab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/terduga-teroris-punya-kartu-perbakin.jpg)