Breaking News:

Pelajar Kecanduan Gadget Imbas Pandemi Jadi Kekhawatiran, Wabup Bogor : PTM Merupakan Ikhtiar

Belajar online (daring) imbas pandemi menimbulkan kekhawatiran adanya kecanduan gadget atau gawai di kalangan pelajar.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Cibinong, Selasa (30/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Belajar online (daring) imbas pandemi menimbulkan kekhawatiran adanya kecanduan gadget atau gawai di kalangan pelajar.

Hal ini pun dibahas dalam Kunjungan Komisi X DPR RI ke Pemkab Bogor pada Kamis (1/4/2021).

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan bahwa menurut survey Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada 25.164 anak di 34 provinsi yang dirilis awal 2021, sebanyak 79 persen anak tidak memiliki aturan penggunaan gawai.

Kemudian 34,8 persen anak menggunakan gawai 3-5 jam perhari atau sekitar 25,4 persen menggunakan gawai lebih dari 5 jam perhari.

"Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas merupakan ikhtiar dalam rangka menghadirkan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Bogor, juga untuk mengakomodir kekhawatiran stakeholder pendidikan terhadap kondisi anak yang mulai kecanduan gadget," kata Iwan Setiawan.

Uji coba PTM terbatas pun, kata Iwan, dilakukan seaman mungkin karena keselamatan dan kesehatan tenaga pendidik serta siswa jadi perioritas utama.

"Sejauh ini tidak ada kendala yang signifikan dalam pelaksanaan PTM Terbatas. Mudah-mudahan seiring dengan berjalannya program vaksinasi, situasi pandemi dapat dikendalikan sehingga akan semakin banyak sekolah di Kabupaten Bogor yang melakukan PTM," katanya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Efendi meengatakan bahwa sekolah yang tenaga pendidik dan tenaga kependidikannya sudah divaksin wajib melaksanakan PTM Terbatas dan tidak perlu lagi menunggu sampai Juli 2021 sebagaimana rencana awal.

Adapun orang tua tetap diberikan kewenangan untuk mengizinkan atau tidak anaknya ikut PTM. 

"Saya minta Pemda prioritaskan vaksinasi untuk seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan," tandasnya," ungkap Dede Yusuf Efendi.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved