Breaking News:

Bermodal Keris dan Minyak, Dukun Ini Nodai Teman Anaknya yang Sedang Galau, Alibi Ritual Pemikat

Niat Ingin Baikan dengan Pacar, Gadis Ini Pasrah 10 Kali Dinodai Dukun Cabul, Diancam Akan Disantet.

TribunJateng/Kolase
Dukun cabul di Kendal setubuhi teman anaknya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Niat ingin balikan dengan mantan pacar, gadis belasan tahun ini malah alami nasib sial.

Demi mendapatkan kekasihnya kembali, gadis ini pasrah disetubuhi oleh dukun cabul dengan modus ritual.

Tak hanya sekali, dukun cabul itu menyetubuhinya sebanyak 10 kali sejak Juli 2020.

Gadis itu terpaksa menuruti nafsu bejat pelaku karena diancam akan disantet jika menolak.

Pelaku sendiri diketahui merupakan ayah dari teman korban.

Awalnya korban yang sedang patah hati karena baru putus cinta ingin mencari solusi.

Ia mendatangi pelaku dengan harapan agar kekasihnya itu bisa kembali ke pelukannya.

Namun bukannya kembali ke pelukan kekasih, ia malah dinodai berulang kali oleh dukun cabul tersebut.

Karena tak tahan dengan perlakuan pelaku, korban pun melaporkan dukun cabul itu ke polisi.

Diketahui dukun cabul itu berinisial FM alias Bayu atau Wongso (40), sementara korban merupakan pelajar di Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal yang berinisial OI (16).

Baca juga: Diimingi Jeruk, Bocah 5 Tahun Pasrah Dinodai ABG di Pondok Kosong, Orangtua Syok: Sudah 4 Kali

Baca juga: Sering Nodai Anak Tiri, Kelakuan Bejat Pria Ini Berakhir di Tangan Bibi, Nasib Pelaku Mengenaskan

Atas laporan OI, Satreskrim Polres Kendal membekuk FM atas aksi pencabulan tersebut.

Kronologi

Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengungkapkan, perbuatan cabul itu pertama kali dilakukan oleh pelaku pada 30 Juli 2020 di sebuah kamar rumah, di Kecamatan Cepiring.

Ia menuturkan, aksi pencabulan yang dilakukan Bayu itu dengan memanfaatkan profesi barunya sebagai dukun selama 1 tahun terakhir.

"Tersangka mengaku sebagai dukun dari profesi sebelumnya seniman barongan," terangnya saat gelar perkara, Rabu (7/4/2021) di Mapolres Kendal.

AKBP Raphael menjelaskan, awal mula tindak pencabulan itu terjadi saat korban mendapatkan masalah dengan pacarnya hingga hubungannya renggang.

Korban pun curhat kepada anak tersangka yang merupakan sahabat korban dengan tujuan bisa membantu menyelesaikan masalahnya.

Sang anak pun kemudian mengantarkan korban kepada ayahnya yang berprofesi sebagai dukun tersebut.

Saat bertemu dengan tersangka, korban dijanjikan bahwa hubungannya dengan sang pacar segera kembali asalkan mengikuti saran sang dukun.

Termasuk diajak disetubuhi, dipasang susuk dan diberikan minyak pemikat.

Baca juga: Menolak saat Diminta Lakukan Ini, Mahasiswi Dinodai Sopir Travel di Mobil, Paha dan Dada Alami Memar

Baca juga: Datang Bertamu, Pria Ini Seret Tuan Rumah Masuk Kamar, Gadis 19 Tahun Tak Berdaya Dinodai Pelaku

"Awalnya berasal dari curhat kepada anak tersangka.

Kemudian terjadi tindak pencabulan.

Korban mengaku juga pernah diancam akan disantet," terangnya.

Kepada pihak kepolisian, Bayu atau Wongso mengatakan, bermodalkan keris, minyak, batu akik, hingga kalung dijadikan sebagai media untuk meyakinkan korban.

Saat mejalankan aksinya, korban pun diminta tiduran untuk dilakukan ritual agar sang pacar kembali dekat dengannya.

"Ya keris, minyak dan lain-lain sebagai media saja, iming-iming agar korban yakin," tuturnya.

Dalam ritual pertamanya, tersangka yang berstatus duda itu mengaku langsung tertarik dengan korban.

Hingga akhirnya, korban dilakukan tindakan asusila di rumah praktek perdukunannya tersebut.

"Awalnya korban menolak, ya berusaha dirayu agar korban mendapatkan apa yang diinginkan, akhirnya mau," kata Bayu.

Tak hanya sekali, tindakan tidak senonoh itu dilakukan berulangkali.

Baca juga: Datang Bertamu, Pria Ini Seret Tuan Rumah Masuk Kamar, Gadis 19 Tahun Tak Berdaya Dinodai Pelaku

Baca juga: Berkali-kali Nodai Keponakan, Paman di Aceh Dituntut 200 Bulan Penjara, Ayah Kandung Dibebaskan

Dengan dalih, tersangka meminta korban agar rutin datang ke tempatnya untuk menjalankan ritual itu sembari mengancam akan menyantetnya.

Awalnya korban pasrah menuruti keinginan tersangka hingga 10 kali disetubuhi.

Hingga akhirnya, korban pun melapor kepada kepolisian dengan kasus pencabulan.

"Tidak ada paksaan. Awalnya tidak mau, tetapi akhirnya mau," akunya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) dan atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta. 

Berita kasus pencabulan.

(Tribun Jateng)

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved