Munarman Sebut Terduga Teroris yang Ngaku Anggota FPI untuk Giring Opini, Najwa : Tidak Konsisten

Hal itu saat menanggapi pernyataan Munarman yang menyebut pengakuan sejumlah terduga teroris sebagai anggota FPI bertujuan menggiring opini.

Youtube Najwa Shihab
Munarman dicecar Najwa Shihab di Mata Najwa 

Munarman mengatakan hal tersebut bertujuan agar publik menganggap bahwa FPI sebagai organisasi teroris.

"Tujuannya menggiring supaya FPI itu menjadi organisasi teroris,

begitu sah secara opini publik maka semua orangnya boleh ditindas, boleh diperlaukaun di luar hukum," kata Munarman.

Munarman lantas mencontohnya seorang ibu-ibu yang suaminya ditangkap sebagai terduga teroris.

"Contoh ibu-ibu menegeluh di Facebook begitu suaminya ditangkap maka tetangganya merasa berhak mengambil bunga mawarnya,

itu artinya perbuatan seperti ini akan menggiring masyarakat melakukan tindakan," kata Munarman.

Najwa Shihab lantas menganggap pernyataan Munarman tidak konsisten.

Pasalnya, sebelumnya Munarman mengatakan organisasi FPI sudah tak ada.

"Bang Munarman anda mengatakan akan menggiring opini, tapi di awal menyebut FPI secara organisasi sudah almarhum,

jadi menggiring opini untuk melakukan apa, anda tidak konsisten juga ini," kata Najwa Shihab.

Munarman lantas menekankan video terduga teroris itu untuk menggiring opini agar orang bekas FPI bisa diperlakukan di luar hukum.

"Menggiring opini supaya orang bekas FPI sah diperlaukan di luar hukum," kata Munarman.

Sementara itu Peneliti Terorisme Universitas Indonesia Ridlwan Habib mengatakan biasanya teroris akan keluar dari FPI baru bergabung dengan JAD.

"Kalau kita lihat fakta yang kita teliti yang menjadi teroris itu biasanya keluar dulu dari FPI,

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved