Breaking News:

Perjuangan Aida Bertahan Hidup Tanpa Orangtua, Tinggal di Gubuk Reot: Minta Bantuan Tak Digubris

Aida sapaan akrab gadis berusia 16 tahun itu bukan tak mau tinggal di rumah yang nyaman dan layak huni.

Penulis: Damanhuri | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Kolase Tribun Bogor/Tribun Banten
Siti Nuraida gadis 16 tahun tinggal di gubuk reot peninggalan sang nenek 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Siti Nuraida, seorang siwsi SMK yang tinggal di gubuk reot tanpa keduanya orang tuanya cuma bisa pasrah dan sabar menerima nasibnya.

Aida sapaan akrab gadis berusia 16 tahun itu bukan tak mau tinggal di rumah yang nyaman dan layak huni.

Namun, siswi SMK yang hidup sebatangkara ini tak punya kemamuan untuk memperbaki rumahnya yang sudah nyaris ambruk itu.

Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah saja Aida harus menunggu kiriman dari sang kakak yang merantau kerja di Jakarta sebasar Rp 800 ribu tiap bulan.

Baca juga: Kisah Pilu Siswi SMK Hidup Sebatangkara di Gubuk Reot: Ibu Meninggal, Ayah Kawin Lagi

Rumah pelajar bernama Siti Nuraida (16) di Desa Cimanggu, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Rabu (7/4/2021), tampak reyot dan lapuk. Aida sejak usia tiga tahun sudah ditinggal ibundanya yang meninggal dunia dan ayahnya yang menikah lagi.  (Tangkap layar video)
Rumah pelajar bernama Siti Nuraida (16) di Desa Cimanggu, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Rabu (7/4/2021), tampak reyot dan lapuk. Aida sejak usia tiga tahun sudah ditinggal ibundanya yang meninggal dunia dan ayahnya yang menikah lagi. (Tangkap layar video) 

Siswi kelas X salah satu SMK di Pandeglang, Banten ini sudah merasakan getirnya kehidupan sejak kepergian orangtuanya.

Ibu kandungnya sudah meninggal dunia sejak ia masih balita, sementara sang ayah pergi entah kemana bersama istri barunya.

Bahkan, Aida kerap dibayangi rasa takut saat hujan deras mulai mengguyur kawasan Desa Cimanggu, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten tempatnya tinggal.

"Harapannya sih bisa dibongkar, karena takut tinggal di sini dalam keadaan ini. Apalagi kalau hujan kencang terkadang takut saja," ucapnya, Rabu (7/4/2021)

Rupanya, keinginan Aida mempunyai rumah yang layak sudah dengan aparat desa setempat.

Namun, pengajuan bantuan yang dilayangkan pemerintah desa setempat tak kunjung digubris oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved