Breaking News:

Stunting di Indonesia Mengkhawatirkan, Rotary International D3410 Sampai Libatkan Ahli

Kondisi stunting di Indonesia yang dinilai mengkhawatirkan menjadi salah satu perhatian Rotary International District 3410.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Rotary International District 3410 donasikan alat bantu edukasi 'Ayo Cegah Stunting' di Aula Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jumat (9/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Kondisi stunting di Indonesia yang dinilai mengkhawatirkan menjadi salah satu perhatian Rotary International District 3410.

Klub internasional yang bergerak di bidang jasa kemanusiaan ini melakukan upaya-upaya agar angka stunting di Indonesia bisa ditekan.

District Governor Rotary International D3410 Roziana W Wiguna mengatakan bahwa angka stunting di Indonesia sempat menyentuh angka ke-4 terburuk di dunia.

"(Stunting) Indonesia itu pada tahun 2018 ke-4 terburuk di dunia. Sekarang juga mungkin ke-4 atau ke-5 terburuk di dunia. Jadi, prihatin sekali, masa sih kita masih memiliki stunting begitu tinggi," kata Roziana W Wiguna di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jumat (9/4/2021).

Dia menjelaskan bahwa permasalahan stunting di Indonesia kebanyakan bukan soal tidak adanya makanan yang bergizi untuk anak.

Melainkan banyaknya ketidaktahuan masyarakat atau orang tua tentang perlunya asupan gizi bagi anak-anak bahkan ibu hamil demi mencegah stunting.

"Ternyata ada hal-hal tabu di dalam keluarga, misalnya makan telur bisa cacingan, ibu hamil gak boleh makan ayam, itu tabu-tabu yang diturunkan tanpa tahu, diikuti aja," kata Roziana.

Maka dari itu, Rotary International District 3410 gencar melakukan kampanye 'Ayo Cegah Stunting' demi memberikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang stunting.

Klub yang bermotto 'service above self' ini juga bekerja sama dengan bidang terkait merekrut dan melatih konselor untuk melakukan konseling di masyarakat.

Seperti yang dilakukan di Ciawi, Kabupaten Bogor yang mana sejumlah konselor memberikan konseling kepada para kader-kader posyandu.

Tidak hanya itu, Rotary juga mendonasikan alat bantu edukasi 'Ayo Cegah Stunting' berupa mistar tinggi badan dan kalendar nutrisi yang merupakan modul yang disusun melibatkan tokoh stunting ternama Profesor DR Anna Alisjahbana yang juga merupakan anggota Rotary Club.

"Jadi Rotary itu mau membuat masyarakat kita dari tidak tahu menjadi tahu. Karena kita mendapatkan bahwa banyak yang tidak tahu tentang stunting. Jadi inilah yang kita lakukan kegiatan Rotary ini, kita menerangkan kepada kader-kader posyandu supaya menerangkan lagi kepada keluarga-keluarga," pungkas Roziana.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved