Breaking News:

Ramadhan 2021

Ketua MUI Kota Bogor Ajak Umat Muslim Sambut Gembira Datangnya Bulan Suci Ramadhan

Mengapa demikian, Kiai Toto menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh bonus.

istimewa
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH. Mustofa Abdullah Bin Nuh 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Untuk menyambut bulan suci Ramadhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH Mustofa Abdullah bin Nuh mengajak masyarakat menyambut dengan bahagia dan gembira.

Mengapa demikian, Kiai Toto menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh bonus.

"Allah begitu baik maha pengasih dan penyayang memberi hadiah di bulan Ramadhan, nah bayangkan setiap kebaikan itu dilipatgandakan minimal 7 kali lipat, bisa 70 kali lipat, tujuhratus kali lipat tujuh juta dan seterusnya," ujarnya.

Kiai Toto mengatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat luar biasa.

Karena dibulan ini diperingati turunnya Al-Quran.

"Alquran itu kitab yang menjamin kebahagiaan hidup manusia dunia akhirat, di bulan Ramadhan ini juga ada ibadah-ibdaha yang hanya ada di bulan Ramadhan seperti puasa wajib dan tarawih," katanya.

Meski demikian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH. Mustofa Abdullah Bin Nuh mengimbau masyarakat untuk tetap menghormati mentaati mematuhi protokol kesehatan saat bulan Ramadhan.

"Isnya Allah prokes seketat apapun tidak adakan mengurangi spiritualitas dan semangat kita di bulan Ramadhan," katanya saat ditemui di wilayah Tanah Sareal, Rabu (7/4/2021).

Mengenai pelaksanaan taraweh Kiai Toto mengatakan bahwa pelaksanaan salat taraweh bisa dilaksanakan di berbagai tempat.

Ketika kapasitas dibatasi, masyarakat bisa melaksanakan salat taraweh di lapangan terbuka, gazebo atau di runah bersama keluarga.

"Iya hanya saja jangan sampai prokes itu  mempengaruhi semangat kita dalam beribadah," ujarnya.

Selain itu juga pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar kegiatan kegiaran tradisi di bulan Ramadhan seperti buka bersama atau kegiatan yang bisa menimbulkan potensi kerumunan untuk dihindari.

"Mengingat situasi begini kita cari bentuk ibadah lain yang pahalanya lebih besar daripada buka bersama, misalnya sodaqoh kepada mereka yang dikhawatirkan terdampak oleh pandemi, kepada mereka yang benar benar membutuhkan," katanya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved