Breaking News:

Berdalih Kerap Lihat Ibu Nangis, Anak Nekat Habisi Nyawa Ayah, Korban Tak Berdaya Tiba-tiba Diserang

Seorang anak di Kabupaten Pinrang tega menghabisi nyawa ayahnya. Pelaku berdalih ibnya kerap dipukul.

TRIBUN TIMUR/NINING
Pelaku yang habisi nyawa ayah kandung saat dibawa ke sel tahanan oleh penyidik. 

Polisi buka suara terkait kabar pelaku mengalami gangguan jiwa.

Pihak kepolisian membantah kabar tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Deki Marizaldi mengatakan, tidak ada bukti yang menyatakan pelaku Jamal merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Untuk saat ini fakta-fakta dan data-data, pelaku tidak mengalami gangguan kejiwaan," kata Deki, Senin, (12/04/2021).

Menurutnya, jika Jamal mengalami gangguan kejiwaan, maka harus dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter atau rumah sakit jiwa yang pernah menanganinya.

"Soalnya pelaku tidak ada bukti keterangan dari dokter ataupun riwayat kelainan jiwa," ujarnya.

Meski begitu, kata Deki, pihaknya akan mendalami dan memperkuat dengan keterangan dokter.

Residivis

Pelaku pembunuhan ayah kandung di Bittoeng ternyata residivis.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Deki Marizaldi.

"Tahun 2014, pelaku Jamal juga pernah memarangi keluarganya," ungkap Deki.

Pada saat itu, ia ditangani di Polsek Duampanua.

"Pelaku menjalani hukuman selama tiga tahun kurungan penjara," ungkapnya.

Namun, kata Deki pihaknya masih mendalami hal tersebut.

Sementara itu, pelaku saat dicecar pertanyaan oleh penyidik selalu membenarkan sembari mengangkat alis sebelah kirinya.

Ia mengiyakan dirinya pernah di penjara dengan kasus yang sama.

"Iya," jawabnya singkat.

Namun saat ditanya sejak kapan ia bebas, Jamal tidak mengetahui kapan tepatnya.

"Tidak tahu kapan itu," ujarnya sambil mengusap mata sebelah kanannya.

(TribunTimur)

Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved