Breaking News:

Ramadhan 2021

Mengintip Pesantren Bergaya Tionghoa di Bogor, Miliki Tempat Ibadah Bernama Masjid At Tam Kok Liong

Pesantren di Cibinong, Kabupaten Bogor ini penampakannya cukup berbeda dibanding dengan pesantren pada umumnya.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Masjid Jami At Tam Kok Liong di lingkungan Pesantren At Taibin di Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pesantren di Cibinong, Kabupaten Bogor ini penampakannya cukup berbeda dibanding dengan pesantren pada umumnya.

Desain khas Tionghoa pesantren ini memberikan perbedaan mencolok dan unik.

Pesantren ini berlokasi di Kampung Bulak Rata, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor bernama Pondok Pesantren Attaibin.

Pantauan TribunnewsBogor.com, desain khas Tionghoa mulai terlihat dari gapura gerbang pintu masuk menuju pesantren ini.

Dicat warna merah disertai gantungan bola lampu lampion khas namun diberi tulisan Arab.

Di gerbang itu juga tertulis pasca disiplin pesantren yakni ibadah, akhlak, belajar, bahasa dan lingkungan.

Bangunan khusus santri terlihat tak memiliki desain mencolok, namun untuk masjid lain cerita.

Dari namanya saja, masjid di dalam pesantren tersebut bernama Masjid Jami Tam Hok Liong.

Desainnya mirip bangunan ala Tionghoa beratap ala pagoda bersusun tiga lapis atap genteng dengan lengkungan setiap sudut atapnya.

Khas Tionghoa masjid ini diperkuat dengan warna yang khas seperti dinding warna hijau dan putih, tiang-tiang warna merah dan jendela kotak segi delapan warna hijau.

Nama masjid pun dipasang menggunakan papan di dinding bagian depan masjid ala bangunan negeri tirai bambu.

Meski begitu, masjid ini tetap diberi kubah kecil berwarna keemasan agar mudah dikenali sebagai masjid.

Pesantren ini dibangun oleh Almarhum Ramdhan Effendi atau Tan Hok Liang atau dikenal sebagai Anton Medan.

Semasa hidup, almarhum tergabung dalam organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) menjadi ketua umum serra mubaligh setelah di masa lalu dia sempat keluar masuk penjara.

Sekjen PITI Nur Hakim Kandow mengatakan bahwa pesantren yang dibangun oleh Anton Medan ini rata-rata diisi santri para narapidana yang ingin mengenyam pendidikan agama seusai bebas dari penjara.

"Beliau sendiri yang bangun, tahun 2000-an," kata Nur Hakim Kandow kepada TribunnewsBogor.com.

Anton Medan yang dikenal sebagai mubaligh yang kerap dakwah keliling lapas ini mengumpulkan dana untuk membangun pesantren dari usaha di bidang spanduk.

Para santri dari narapidana juga dibina untuk ikut bekerja di pesantren ini serta PITI bekerja sama dengan lapas-lapas dalam hal pembinaan.

Bahkan menurut Hakim, sejumlah mantan terorisme juga ada yang masuk belajar agama di pesantren ini.

"Kalau untuk asimilasi, banyak juga temen-temen eks teroris, banyak juga yang asimilasi di sini (Pesantren At Taibin)," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved