Breaking News:

Pimpin Apel Polisi RW di Sindangsari, Dedie Kembali Ingatkan Protokol Kesehatan

Kota Bogor beranjak dari zona merah ke zona orange dan masih di persimpangan. Artinya belum bisa turun ke zona kuning.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/ Pemkot Bogor
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim kembali mengajak dan mengingatkan semua pihak untuk terus menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah agar Kota Bogor tidak kembali ke masuk zona merah penyebaran Covid-19. 

Hal ini merupakan upaya Kota Bogor dalam menekan agar tidak ada penularan atau klaster baru selama ramadan, sehingga kegiatan yang telah ditargetkan pada Juli 2021 dapat dilaksanakan.

Mengenai pelarangan mudik dari pemerintah pusat, lanjut Dedie, juga harus dijadikan perhatian karena berpotensi menimbulkan penularan baru. Jika ada yang lolos, dirinya menginstruksikan Polisi RW dan RW Siaga Corona untuk memastikan dalam melaksanakan karantina mandiri dengan pantauan aparat wilayah.

Menyinggung persentase vaksinasi bagi lansia di Kota Bogor yang masih kecil, ia meminta bantuan kepolisian, TNI dan aparatur wilayah.

Selain sosialisasi dan edukasi, perlu ada dorongan secepat dan sesegera mungkin bagi lansia untuk menerima suntikan vaksin mengingat masa kadaluarsa vaksin.

Sebab, saat ini di Kota Bogor vaksinasi lansia baru mencapai 29,2 persen atau jauh dari target yang telah ditentukan.

“Untuk itu aparatur wilayah pastikan para lansia datang ke puskesmas terdekat untuk mendapat vaksinasi. Tidak perlu menunggu undangan, yang bisa duluan langsung datang saja. Kalau bisa difasilitasi dan sampaikan juga bahwa ada fatwa MUI, vaksinasi di bulan ramadan tidak membatalkan puasa. Sampaikan dan jangan sampai ada keraguan, saya berharap target vaksinasi dapat tercapai,” paparnya.

Di akhir Dedie menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI-Polri dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bogor yang bahu membahu dengan aparatur wilayah memutus mata rantai penularan Corona.

“Alhamdulilah ada titik terang bahwa Covid-19 lambat laun tingkat penularannya berkurang, tetapi kita jangan lengah atau jangan kecolongan sehingga terjadi peningkatan lagi,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved