Breaking News:

Diusulkan Sejak 2015 Silam, Ini Rincian Progres Pembentukan Daerah Otonomi Baru Bogor Timur

Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur merupakan pemekaran wilayah Kabupaten Bogor yang sudah diusulkan sejak tahun 2015 silam.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
istimewa
Sekda Kabupaten Bogor paparkan terkait rencana pembentukan DOB Bogor Timur dalam kegiatan Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat ke Pemerintah Kabupaten Bogor, di Gedung Serbaguna I, Kamis (14/4/2021). 

Lalu pada 26 Juli 2019, Pemkab Bogor menyampaikan usulan pembentukan calon daerah Kabupaten Bogor Timur ke Provinsi Jawa Barat.

Cakupan wilayah calon daerah persiapan Kabupaten Bogor Timur ini terdiri dari 7 kecamatan 75 desa.

Yaitu Kecamatan Gunung Putri 10 desa, Cileungsi 12 desa, Klapanunggal 9 desa, Jonggol 14 desa, Cariu 10 desa, Sukamakmur 10 desa dan Tanjungsari 10 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 1,5 juta jiwa.

"Untuk peta wilayah dan batas wilayah yakni sebelah utara berbatasan dengan Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Cianjur. Sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kota Depok dan Kabupaten Induk atau Kabupaten Bogor," terangnya.

Penunjukan Ibu Kota

Burhanudin menjelaskan bahwa rencana lokasi calon ibu kota Kabupaten Bogor Timur saat ini berada di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol dengan tersedianya lahan seluas 15 hektare.

Pemkab Bogor juga sudah menyiapkan dana hibah sebesar Rp 20 Miliar per tahun untuk jangka waktu 3 tahun berturut-turut terhitung sejak peresmian.

Dana itu akan dialokasikan untuk sewa kantor, operasional peralatan dan perlengkapan kantor, serta pembelian kendaraan roda empat.

"Pada prinsipnya kami dengan DPRD sudah setuju ketika keluar PP tentang daerah persiapan maka akan dialokasikan Rp 20 Miliar untuk Bogor Timur," katanya.

Tenaga ASN

Berkaitan dengan pegawai, ada sekitar 3.360 orang yang akan dilimpahkan terdiri dari ASN yang saat ini bertugas di daerah induk dan ASN yang saat ini bertugas pada wilayah calon daerah persiapan.

"Itu estimasi sementara, prinsipnya dari jumlah aparat sebetulnya sudah cukup ini di luar tenaga honor dan kontrak," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved