Breaking News:

12 Nama Berpeluang Jadi Menteri Baru Jokowi, Ahok Masuk Daftar, Moeldoko Diisukan Akan Didepak

Tak hanya itu, muncul juga isu soal seseorang dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akan diganti p;eh menteri baru.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Kompas.com
Ahok masuk daftar menteri baru kabinet Jokowi, Moeldoko diisukan didepak 

"Jadi punya skill soal Pendidikan Tinggi,” tandasnya.

Menanggapi dirinya digadang-gadang akan menjabat Mendikbudristek, Abdul Mu'ti mengaku tak ingin berandai-andai.

Di tengah ramainya kabar Abdul Mu'ti akan menjadi menteri baru Jokowi, ia mengaku hingga saat ini belum ada komunikasi dengan pihak Istana.

Ia pun meminta publik untuk menunggu kebenaran kabar soal dirinya.

"Sampai sekarang tidak ada informasi dan komunikasi dari pihak istana. Saya hanya tahu nama saya masuk bursa dari media," ujarnya, Minggu (18/4/2021).

"Wait and see saja," pungkasnya.

6. Bambang Brodjonegoro

Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2020).
Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2020). (Jeprima)

Pengamat politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, menilai Bambang Brodjonegoro yang kini menjabat Menristek, cocok memimpin Kemendikbudristek.

"Bambang juga cocok karena dia berangkat dari akademisi."

"Namun semua tergantung Jokowi, karena bisa juga menterinya sosok lain," ungkapnya.

Ia juga memprediksi Bambang Brodjonegoro akan digeser ke Kepala Otoritas Ibu Kota Negara.

7. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. (Instagram @basukibtp/Tribunnews)

Nama Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) santer dikabarkan akan menjadi Menteri Investasi.

Terkait hal ini, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, menilai Ahok cukup kompeten untuk mengemban tugas tersebut.

Namun, menurutnya, ada hal berat yang harus dihadapi Ahok untuk memacu investasi di Indonesia.

"Pak Ahok bisa jadi menteri yang bagus tapi noise akan banyak terjadi kalau beliau yang jadi menteri investasi."

"Ahok juga sangat kontroversi yang tidak bagus nanti dampaknya sulit dalam upaya membangun koordinasi dengan semua pihak," bebernya, Sabtu (17/4/2021).

Ia pun mengatakan sosok Bahlil Lahadalia masih pantas mengisi kursi Menteri Investasi, melihat latar belakangnya sebagai pengusaha.

"Saya kira Pak Bahlil, dengan latar belakangnya sebagai pengusaha merupakan salah satu sosok yang memiliki kemampuan itu," pungkasnya.

8. Jimly Asshiddiqie

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie di YouTube Helmy Yahya Bicara, Jumat (12/3/2021).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie di YouTube Helmy Yahya Bicara, Jumat (12/3/2021). (Tangkap Layar YouTube/Helmy Yahya Bicara)

Anggota DPR RI, Jimly Asshiddiqie, dinilai menjadi sosok tepat untuk mengisi jabatan Mendikbudristek.

Hal ini diungkapkan Pengamat Politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti.

Menurutnya, Jimly punya ketertarikan luas bagi dunia riset dan perkembangan teknologi.

"Kalau Kemendikbud ditambah Ristek, nampaknya, tidak tepat dijabat oleh Nadiem Makarim."

"Nama Jimly Asshiddiqie layak dipertimbangkan masuk ke pos ini," ungkap Ray, Jumat (16/4/2021).

"Beliau juga punya relasi yang cukup kuat dengan dunia internasional."

"Secara politik, pribadi Pak Jimly juga tidak akan menimbulkan kecemburuan politik."

"Beliau bisa diterima oleh kekuatan politik manapun," imbuhnya.

9. Suhendra Hadikuntono

Suhendra Hadikuntono (kanan) dan Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haytar. (Istimewa).
Suhendra Hadikuntono (kanan) dan Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al-Haytar. (Istimewa). (Ist for tribunnews.com)

Tak hanya pos kementerian baru, muncul isu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, akan digantikan.

Terkait hal ini, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), menilai Suhendra Hadikuntono layak menggantikan Moeldoko.

"Saya minta dengan hormat Bapak Presiden Jokowi tidak ragu menunjuk Bapak Suhendra menjadi Kepala KSP," kata Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Syam Tomagola, dalam diskusi terbatas dengan tema, Siapa yang Pantas Gantikan Moeldoko di Jakarta baru-baru ini.

Syam membeberkan, sosok yang mengisi kursi jabatan KSP harus seorang tokoh yang betul-betul memahami Jokowi lahir batin.

Tak hanya itu, sosok tersebut juga harus rela tak terkenal dan mau berkorban apa saja.

Ia menilai, hal-hal tersebut tak dimiliki oleh Moeldoko dan terkesan bergerak demi kepentingan sendiri.

"Bapak Suhendra mempunyai kapasitas untuk itu, dan saya yakin Presiden akan sangat beruntung mempunyai pembantu yang mau berkorban apa saja seperti beliau," ujarnya.

Syam pun menambahkan, Suhendra merupakan sosok yang sayang pada Jokowi.

Terlebih, keduanya sudah saling mengenal cukup lama.

"Saya tahu betul Pak Suhendra, beliau sangat sayang sama Pak Jokowi."

"Beliau mengenal Jokowi juga sudah cukup lama, bukan tokoh yang tiba-tiba muncul sebagai pendukung Jokowi demi memperoleh hadiah jabatan," tuturnya.

10. Muhammad Lutfi

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (dok.)

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, diisukan akan geser ke Kementerian Investasi/Kepala BKPM.

Terkait isu ini, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, Bahlil Lahadalia dinilai masih menjadi sosok yang tepat untuk memimpin Kementerian Invetasi kelak.

Menurutnya, BKPM dibawah kepemimpinan Bahlil saat ini sudah baik dan terjadi peningkatan komitmen investasi tiap tahunnya.

"Nanti BKPM akan menjadi Kementerian Investasi, dan Kepala BKPM Bahlil saya pikir masih orang yang tepat untuk jadi menteri yang koordinir investasi," ungkap Josua saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

"Jadi saya pikir belum perlu ada perubahan, tapi semua ini hak prerogatif presiden dalam menentukan menterinya," imbuhnya.

Berbeda dengan Josua, anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad, menilai sosok Lutfi sebagai sosok berkompetensi dalam bidang investasi.

Menurut Kamrussamad, Lutfi memiliki kemampuan mengurai masalah investasi di dalam negeri.

Ia juga dinilai mempunya pemikiran visioner dan memiliki jaringan luas.

"Kalau benar Muhammad Lutfi dipilih jadi Menteri Investasi, saya semakin optimis bahwa kita bisa menyakinkan investor global untuk masuk ke Indonesia," papar Kamarussamad saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

"Lalu harus memiliki jaringan, sekaligus tahu investor global. Dari ketiga itu, saya rasa figur Lutfi memiliki hal itu," tambahnya.

11. Rapsel Ali

Muhammad Rapsel Ali di pengumuman terbentuknya tim balap Mandalika Racing Team Indonesia (MRTI) di Moto Village, Jakarta, 9 November 2020.
Muhammad Rapsel Ali di pengumuman terbentuknya tim balap Mandalika Racing Team Indonesia (MRTI) di Moto Village, Jakarta, 9 November 2020. (IST)

Menantu Wakil Presiden Maruf Amin sekaligus anggota DPR RI, Rapsel Ali, dikabarkan akan mengisi jabatan sebagai Menteri Investasi.

Ia mengaku sudah diundang ke Istana oleh Presiden Jokowi di tengah ramainya isu reshuffle.

Partai tempat Rapsel bernaung, NasDem, mengaku senang apabila ada kadernya yang dianggap pantas dan berkompetensi menduduki jabatan sebagai menteri.

Meski begitu, Waketum DPP Nasdem, Ahmad Ali, menyerahkan semua keputusan tersebut pada Jokowi selaku Presiden.

Pasalnya, kata Ahmad, pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif Presiden.

“Sebagai partai pasti senang kalau ada kader dianggap layak atau mumpuni menjadi menteri."

"Namun kami paham benar bahwa mengangkat atau memberhentikan seseorang pada suatu jabatan, itu menjadi kewenangan Presiden,” ujar Ahmad.

12. Muhaimin Iskandar alias Cak Imin

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/1/2020). Pria yang disapa Cak Imin tersebut diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan tersangka Hong Artha. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/1/2020). Pria yang disapa Cak Imin tersebut diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan tersangka Hong Artha. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, telah bertemu Presiden Jokowi di tengah ramainya isu reshuffle.

Namun, pertemuan antara Jokowi dan Cak Imin tersebut belum dapat dipastikan apakah membicarakan soal reshuffle atau hal lainnya.

Sekretaris Bidang Sosial dan Kebencanaan DPP PKB, Luqman Hakim, mengaku mendapat informasi menTeri yang akan direshuffle berinisial M.

Meski begitu, Luqman enggan memberi tahu dari mana ia mendapat informasi tersebut.

"Dari sumber yang tidak boleh disebut namanya," katanya, Minggu (18/4/2021).

Baca berita Reshuffle Kabinet lainnya

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Taufik Ismail/Dennis Destryawan/Inza Maliana/Reynas Abdila/Hasanudin Aco/Rizki Sandi Saputra/Seno Tri Sulistyono/Facundo Chrysnha Pradipha/Vincentius Jyestha)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved