Breaking News:

Cemburu Berakhir Petaka, Istri Tewas Ditikam Suami Usai Cekcok, Pelaku Kalap Dengar Korban Telponan

Penyesalan suami telah menghabisi nyawa istrinya karena merasa cemburu. Pelaku ngaku tak ada niat membunuh.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi - Istri tewas usai ditikam suami. 

Diketahui pelaku berniat menyelamatkan, dia menutupi luka tusuk istrinya. Tapi nyawa tidak bisa tertolong lagi.

Atas perbuatannya, Asgar pun meminta maaf kepada semua keluarga.

”Saya tidak punya rencana membunuh istri sendiri, demi Allah tidak ada niat,” katanya lagi, di markas Polresta Mataram, Senin (19/4/2021).

Meski sudah meminta maaf, polisi tetap memproses kasus tersebut.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pisau dapur dengan panjang 15 centimeter.

Adapun selembar baju kaos warna biru muda bertuliskan bombbogie, terdapat noda darah.

Kemudian satu unit pickup Daihatsu DR 8410 DC beserta kuncinya. Mobil ini mereka pakai berjualan buah setiap hari.

Mobil ini pula yang dipakai tersangka membawa jasad istrinya sebelum menyerahkan diri ke polisi.

Selanjutnya, selembar lembar STNK atas nama Halimatussakdiyah.

Selembar baju jump suit warna hijau yang terdapat noda darah.

Serta BH warna merah yang juga terdapat noda darah.

Pakaian itu dipakai korban pada malam kejadian.

Heri Wahyudi menambahkan tersangka dikenakan Pasal 44 ayat (3), UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP.

”Dengan ancaman yaitu paling lama 15 tahun penjara,” katanya.

Kesaksian keluarga korban

Seperti diwartakan TribunLombok.com, keluarga korban akhirnya buka suara menanggapi pengakuan tersangka.

Menurut keluarga korban, tersangka memang sosok yang kerap cemburu.

Hal itu diungkapkan langsung Rizkia Helma Nadia Putri (20), adik Halimatulsadiah.

Ia menuturkan, sosok kakaknya itu tidak seperti yang diceritakan sang suami.

”Itu tidak benar. Tidak ada perselingkuhan sama sekali,” tegas Rizkia, pada TribunLombok.com, saat ditemui di rumah duka, Dusun Terong Tawah Barat, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Senin (19/4/2021).

Dikatakannya bahwa, Halimatulsadiah sehari-hari sibuk bekerja, jualan untuk menafkahi kedua anaknya.

Dia merupkan wanita yang bekerja keras. Sudah menjadi pedagang sejak masih gadis.

Bahkan, saat mereka sempat bercerai, Halimatulsadiah masih tetap menjalankan usahanya.

Sehingga tidak ada waktu untuk pergi dengan orang lain seperti disangka sang suami.

Di samping itu, setiap hari mereka selalu bersama.

Mereka sama-sama berangkat dari rumah sampai tempat jualan, hampir tidak pernah pisah.

Dari pagi sampai malam, mereka selalu bekerja berdua. Saat berjualan pun mereka tetap bersama sampai pulang.

”Pagi sampai malam sama suami, mana ada waktu buat selingkuh,” kata Rizkia.

Di mata keluarga, Halimatulsadiah, merupakan sosok wanita yang tangguh dan mencintai keluarganya.

Bahkan dialah yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga dengan menjadi pedagang buah.

Meski demikian, selama 11 tahun menikah dan dikarunia 2 orang anak, keduanya kerap cekcok dan berkelahi.

Tidak jarang sang suami memukul istrinya.

Hal itu diketahui keluarga karena mereka tinggal di rumah keluarga istri, di Dusun Terong Tawah Barat.

”Kelahi sedikit main pukul, itu saja sudah. Dia memang suka kekerasan,” ujarnya.

Keluarga tidak tahu persis penyebab mereka sering berkelahi, tetapi pelaku diketahui merupakan sosok yang pemburu.

Jika melihat istrinya ngobrol dengan orang lain, dia cepat cemburu. Bahkan dengan pelanggan pun dia kerap cemburu.

Bila melihat sang istri melayani pembeli dengan ramah, si suami akan memarahi.

”Tidak bisa manis-manis jualannya itu, dia akan marah,” tuturnya.

(TribunLombok.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved