Breaking News:

Tak Ingin Jebol, Penyebaran Covid-19 Dicegah Pakai Ops Kurma Raya

Kasus Covid-19 sejak 32 hari terakhir ini terus mengalami penurunan paska terjadi lonjakan kasus di bulan Februari 2021.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kasus Covid-19 sejak 32 hari terakhir ini terus mengalami penurunan paska terjadi lonjakan kasus di bulan Februari 2021.

Bahkan orang yang terkonfirmasi di Kota Bogor sempat menyentuh angka 150 keatas per hari.

Namun angka tersebut terus menurun, data terakhir yang didapat TribunnewsBogor.com penambahan kasus Covid-19 Kota Bogor hari ini nerada diangka 40 perhari.

Setelah berbagai program dijalankan oleh Forum komunikasi pimpiman daerah (Forkompinda) untuk mencegah terjadinya lonjakan kembali Polresta Bogor Kota mengeluarkan program operasi (Ops) Kurma Raya.

Operasi tersebut diluncurkan karena pihaknya tidak ingin jebol dengan adanya lonkakan kasus kembali kasus Covid-19.

"Iya saat ini inovasi kami sedang melaksanakan operasi kurma raya 2021, ini tentunya didasari dari sebuah prediksi, kalau tahun lalu Ramadhan itu masih PSBB, kami khawatir Ramadhan tahun ini masyarakat euporia sehingga berpola prilaku itu seperti tidak ada Covid-19, nah ini kami lakukan upaya upaya," katanya Selasa (20/4/2021) saat ditemui di Mako Polresta Bogor Kota Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor.

Dalam pelaksanaanya ada sekitar 200 personel yang diberinama polisi Ramadhan yang bertugas memantau dan membantu menerapkan protokol kesehatan di masjid masjid

"Iya untuk mendampingi membantu DKM, marbot-marbot di masjid setidaknya bisa menerapkan protokol kesehatan,  di tempat-tempat ibadah," ujarnya.

Selain itu kata Susatyo pihaknya juga menurunkan polwan-polwan Ramadhan yang turun secara aktif setiap hari.

"Jadi ketika aktifitas mulai meningkat menjelang bulan puasa nah itu kami turunkan polwan-polwan kami sekitar 50 personel mennyebar di tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan pelanggaran prokes," ujarnya.

Baru berlangsung selama kurang lebih satu minggu, Sysatyo mengklaim kini perlahan masyarakat terus konsisten disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dari segi keamanan, kenyamanan dan Kamtibmas pihaknya juga menurunkan tim yang rutin melakukan patroli untuk menekan angka kriminalitas, kekerasan dan tauran.

"Alhamdulillah kami dalam satu minggu ini sudah berhasil mencegah tawuran, kami berharap lebaran ini zero tawuran," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved