Cerita Petugas Damkar di Bogor Tetap Pilih Puasa Meski Berjibaku dengan Api, Banyak yang Kelelahan
Mereka bertugas menggunakan sistem shift melibatkan semua unit sektor wilayah damkar se-Kabupaten Bogor demi memadamkan api yang sulit untuk dijinakan
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Selama tiga hari terakhir para petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor berjibaku dengan kebakaran tumpukan limbah ban bekas di Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri.
Mereka bertugas menggunakan sistem shift melibatkan semua unit sektor wilayah damkar se-Kabupaten Bogor demi memadamkan api yang sulit untuk dijinakan ini.
Meski mereka harus berjibaku memadamkan api hingga berjam-jam lamanya di tengah panasnya kobaran api, sebagian dari mereka tetap memilih bertahan tetap puasa di bulan suci Ramadhan ini.
Sehingga mereka yang tetap berpuasa ini lebih cepat mengalami kelelahan di lapangan.
"Ada sebagian yang puasa juga, (pada) kelelahan," kata salah satu petugas Damkar Bang Piton, kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (21/4/2021).
Mereka tetap bertahan puasa meski kelelahan memadamkan api yang belum juga padam tersebut.
Bahkan terpantau, beberapa dari mereka sampai berbaring di pinggir jalan saat di jam beristirahat.
"Padahal mereka bisa juga berbuka, karena mungkin gak apa-apa," katanya.
Diberitakan sebelumnya, memasuki hari ketiga, petugas pemadam kebakaran (damkar) masih berjibaku memadamkan kebakaran limbah ban bekas di Jalan Raya Bojongnangka, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.
Sejak kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (19/4/2021) lalu, sementara ini api belum benar-benar padam.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Rabu (21/4/2021), lokasi kebakaran tumpukan ban bekas ini berada di area lahan kosong yang ditumbuhi pepohonan.
Pepohonan dan ilalang yang tumbuh di lokasi turut hangus imbas kejadian ini.
Saat ini api tidak sebesar seperti kebakaran hari pertama, namun masih ada titik-titik api kecil yang tersebar di seluruh area kebakaran.
Truk damkar yang dterjunkan ke lokasi pun terpantau mencapai lebih dari 8 unit.
Petugas pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api karena faktor angin yang terus berhembus ditambah material karet yang sulit dipadamkan saat terbakar.
Menurut pihak kepolisian, api mulai membakar tumpukan ban pasca adanya sambaran petir yang membakar pepohonan di area tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kebakaran-limbah-ban-bekas-di-jalan-raya-bojongnangka-desa-bojongnangka.jpg)