Breaking News:

Prostitusi di Bogor Masih Marak Saat Ramadhan, Ada yang Beraksi Saat Warga Tarawih

Kasus prostitusi di Bogor rupanya masih tetap aktif meski sudah memasuki bulan suci Ramadhan.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/ Naufal Fauzy
Barang bukti kasus prostitusi di Gunungputri, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kasus prostitusi di Bogor rupanya masih tetap aktif meski sudah memasuki bulan suci Ramadhan.

Seperti pengungkapan kasus prostitusi dalam 10 hari terakhir dalam Operasi Pekat Polres Bogor 2021.

Polres Bogor menangkap sebanyak 10 orang kasus prostitusi yang terdiri sebanyak 50 perkara.

Polisi menyita barang bukti 27 alat kontrasepsi, sejumlah uang tunai dan ponsel dalam pengungkapan ini.

Sebagian kasus di antaranya terjadi di masa bulan suci Ramadhan seperti kasus prostitusi di Cisarua Puncak Bogor, Cibinong dan Gunungputri.

"Di salah satu vila yang ada di Cisarua. Tersangkanya ada 1, korbannya ada 3," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Handreas Ardian di Mapolres Bogor, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Operasi Pekat 2021, Polres Bogor Ringkus 35 Tersangka Mulai dari Kejahatan Jalanan hingga Prostitusi

Baca juga: Belasan ABG Terciduk Siap Layani Pria Hidung Belang di Hotel, Penampilannya Mengecoh Para Tamu

Untuk di Cibinong digerebek di salah satu hotel didapati 1 tersangka mucikari dan 1 PSK atau korban perdagangan orang.

Sementara di Gunungputri ditangkap 1 tersangka dan didapati 2 korban atau PSK yang mana digerebek polisi di waktu saat masyarakat melaksanakan ibadah tarawih.

"Ini di bulan Ramadhan. Modusnya untuk yang di Cibinong dan Gunungputri menggunakan aplikasi MeChat dan untuk di Cisarua pelaku menawarkan langsung," kata Handreas.

Dia menuturkan bahwa para perempuan yang terlibat prostitusi ini berusia mulai dari 19 tahun sampai 30 tahun.

Mereka ditarif Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta dalam sekali main.

Para tersangka dijerat pasal 2 UU Traficking No. 21 Tahun 2007 jo Pasal 29 KUHP Jo Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun 4 bulan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved