Breaking News:

Ramadhan 2021

Hukum Berbohong demi Kebaikan di Bulan Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Apakah Bohong demi Kebaikan Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Buya Yahya soal yang Jadi Kewajiban

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Shutterstock
Ilustrasi berbohong 

Untuk itu diperlukan kecerdasan agar tidak membohongi siapapun.

"Maka kecerdasan dia untuk menutupi sesuatu yang tidak boleh disampaikan, tidak berbicara yang beda, tidak bicara bohong, tapi bicara yang lainnya," katanya.

Selain itu, Buya juga mengatakan kalau istri tidak bisa protes jika suami tidak memberitahukan gajinya.

"Misalnya, suami gak memberitahu gajinya itu bukan bohong, dia hanya tidak memberitahu," ucapnya.

Bahkan menurut Buya, ada juga bohong yang menjadi sebuah kewajiban.

"Misalnya ada orang yang dianya yang salah, tanya macam-macam misal kamu berzina ya? oh kurang ajar, harusnya ditempeleng, bukan malaikat kok tanya-tanya," tegas Buya.

Pertanyaan seperti itu menurut Buya bukan hal yang wajib dijawab dengan jujur.

"Itu menuduh namanya bukan bertanya, gak perlu dijawab orang semacam itu karena dia kurang ajar, urusan pribadi dengan Allah hendaknya disembunyikan," tandasnya.

Kemudian Buya Yahya mengatakan, barang siapa yang pernah berbohong sebaiknya minta ampun saja pada Allah SWT dan tak perlu disampaikan kepada siapapun.

Baca juga: Ciuman dengan Pasangan Bisa Batalkan Puasa? Ini Kata Ustaz soal Menahan Hasrat saat Berpuasa

Baca juga: Hukum Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadan, Apakah Puasanya Batal?

"Tapi kalau masih jadi sebab kemaksiatan, jadi segeralah tobat, sampaikan kebenarannya," tutup Buya Yahya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved