KRI Nanggala Hilang Kontak

Istri Letkol Irfan Mendadak Menangis Karena Rindu Beberapa Jam Sebelum KRI Nanggala 402 Hilang

Beberapa jam sebelum KRI Nanggala 402 hilang kontak, sang istri, Amalia A Yuni mendadak menangis karena rindu.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
Ist
Amalia A Yuni, istri Letkol Laut (E) Irfan Suri salah satu prajurit dari 53 awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang dinyatakan gugur dalam tugas. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TAMANSARI - Letkol Laut (E) Irfan Suri merupakan salah satu dari 53 prajurit yang gugur dalam tugas atas insiden Kapal Selam KRI Nanggala 402.

Beberapa jam sebelum KRI Nanggala 402 hilang kontak, sang istri, Amalia A Yuni mendadak menangis karena rindu.

Hal ini dia rasakan pada Rabu (21/4/2021) siang sebelum mendapat kabar adanya hilang kontak.

Amalia A Yuni menjelaskan bahwa suaminya itu berangkat bertugas meninggalkan rumah pada Kamis (15/4/2021).

Beberapa hari kemudian, Letkol Irfan Suri menaiki kapal selam KRI Nanggala 402 pada Senin (19/4/2021).

"Berangkat dari sini hari Kamis, dia ke Surabaya dulu untuk persiapan kapal. Tapi untuk naik ke Nanggalanya itu hari Senin jam 11.00 siang. Dia pamitan sama saya jam 11.00 siang. Waktu itu gak ada pikiran apa-apa," kata Amalia A Yuni kepada wartawan di kediamannya di Tamansari, Kabupaten Bogor, Selasa (27/4/2021).

Pada hari Rabu (21/4/2021), Amalia mengaku merasakan hal yang tak biasa.

Sang suami yang biasa rutin menyampaikan kabar mendadak tak ada kabar.

"Biasanya Mas Irfan berangkat berlayar itu, dua hari itu, biasanya ngabarin saya. Udah sampe sini, gitu. Tapi sampai Rabu siang gak ada kabar, saya kayak kangen gitu, bikin saya nangis. Itu perasaan saya aja. Tapi itu sebelum tahu kejadiannya," kata Amalia.

Letkol Irfan tercatat sebagai non ABK di Kapal Selam KRI Nanggala 402.

Amalia menuturkan bahwa suaminya itu juga baru pertama kalinya menaiki kapal selam tersebut.

Sebelum menaiki kapal selam itu, Letkol Irfan tidak meninggalkan pesan apapun kecuali kabar dia akan naik KRI Nanggala 402.

"Sebelumnya belum pernah. Dia mungkin itu sebagai supervisi dari kantornya. Mungkin dia ada rasa tanggungjawabnya, jadi dia kepingin ikut. Gak ada pesan, cuma saya yakin itu kepinginnya dia, di Nanggala karena dari setelah dia pamitan, dia bilang, ayah jadinya naik KRI Nanggala, sesuai pengennya ayah," ungkap Amalia.

Diketahui, Letkol Laut (E) Irfan Suri merupakan salah satu dari 53 awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang dinyatakan gugur dalam tugas.

Letkol Laut (E) Irfan Suri meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Setelah dinyatakan gugur, kediamannya di Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor ramai akan karangan bunga belasungkawa yang berdatangan dari berbagai tokoh termasuk dari Presiden RI Joko Widodo.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved