Tampang Penyebar Hoaks Babi Ngepet di Depok, Ngaku Lemah Iman : Ancaman Bui 10 Tahun Mengintai

Terungkap fakta sebenarnya kabar babi ngepet ditangkap di kawasan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Ternyata cuma cerita karangan.

kolase Kompas dan Tribun Jakarta
Babi Ngepet di Depok Ternyata Rekayasa (kanan), Pelaku Penipuan Ditangkap (kiri), Asal Usul Babi Kini Terungkap 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya terungkap isu penangkapan babi ngepet di Kota Depok, Jawa Barat baru-bari ini ternyata tidak benar.

Tidak ada babi jadi-jadian atau babi ngepet yang ditangkap di kawasan Sawangan seperti yang ramai diceritakan warga setempat.

Kabar penangkapan babi ngepet di Sawangan itu hanya sebatas karangan warga.

Adapun warga yang menyebar cerita palsu itu telah diamankan polisi.

Dia adalah Adam atau AI (44) penyebar hoaks babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok.

AI meminta maaf kepada publik telah membuat kegaduhan dengan menyebar berita bohong.

Seperti diketahi bahwa isu babi ngepet ini belakangan ramai diperbincangkan.

Bahkan masuk dalam daftar trending Twitter.

Baca juga: Babi Ngepet di Depok Ternyata Cuma Rekayasa, Pelaku Penipuan Ditangkap, Asal Usul Babi Terungkap

Baca juga: Geger Babi Ngepet di Depok Ternyata Cuma Khayalan, Buat Drama Penangkapan, Asal Usul Babi Terungkap

Lalu bagaimana dengan nasib AI sekarang?

Dikutip dari Kompas.com, AI kini ditahan di Polres Metro Depok.

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengungkapkan bahwa rekayasa ini telah direncanakan oleh AI sejak bulan lalu.

"Berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang, ada Rp 1 juta, ada Rp 2 juta. Mereka mengarang cerita dari kehilangan itu dari bulan Maret, jadi ada kurang lebih 1 bulan," jelas Imran kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

"Tersangka ini bekerja sama dengan kurang lebih delapan orang, membuat cerita seolah-olah babi ngepet itu benar, ternyata itu adalah rekayasa dari tersangka dan teman-temannya," tambahnya.

Pengakuan Adam Dalang Rekayasa Babi Ngepet di Depok, Bikin Rencana Sejak Maret
Pengakuan Adam Dalang Rekayasa Babi Ngepet di Depok, Bikin Rencana Sejak Maret (Kolase Tribun Jakarta dan Kompas)

Imran memastikan semua kabar yang kadung tersebar selama beberapa hari terakhir adalah hasil rekayasa, mulai dari cerita delapan orang warga bugil menangkap babi ngepet sampai kisah-kisah orang yang berubah jadi babi.

"Mereka hanya buka baju saja (saat menangkap babi)," ujarnya.

"Jadi kalau disampaikan sebelumnya babi tersebut ada kalung di leher, ikat kepala merah, itu adalah bohong. Sekali lagi saya sampaikan, bohong, tidak benar," tegas Imran.

Faktanya, babi tersebut dipesan secara online oleh AI dkk seharga Rp 900.000.

Setelah tiba, babi itu dilepas di dekat rumahnya, sebelum kemudian mereka tangkap lagi.

Baca juga: Cerita Warga Depok Bentuk Tim Tangkap Babi Ngepet, Awasi Pengendara Berjubah : Awalnya Manusia

Baca juga: Tuduh Tetangga Pesugihan Babi Ngepet, Nganggur Tapi Duit Banyak, Ibu Ini Tak Terima Disebut Fitnah

Orang yang membunuh dan mengubur babi itu juga sudah termasuk dalam skenario, termasuk upaya memviralkannya.

"Supaya skenario itu nyambung dari awal sampai akhir itulah, peran-peran orang-orang tertentu sudah diatur," kata Imran.

Sementara itu AI mengakui perbuatannya dan kini meminta maaf.

"Saya pertama mau mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kejadian pada hari Selasa yang viral itu, babi ngepet, adalah berita hoaks atau berita bohong, berita yang kami rekayasa," kata AI kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

AI yang disebut jadi salah satu tokoh masyarakat di kampungnya mengatakan, rekayasa isu babi ngepet itu ia lakukan karena merasa perlu mencarikan solusi bagi warga yang mengeluh kehilangan uang Rp 1-2 juta.

Isu babi ngepet itu sengaja dikarang-karang agar keluhan itu tuntas penyelesaiannya.

"Namun pada akhirnya semua berjalan dalam keadaan yang salah, sangat fatal. Saya akui itu adalah salah yang sangat fatal dan sekali lagi atas kejadian ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama untuk warga Bedahan, seluruh warga negara Indonesia," kata AI.

"Ini bukan pengalihan isu ataupun apapun itu," lanjut dia.

Babi Ngepet di Depok Ternyata Rekayasa (kanan), Pelaku Penipuan Ditangkap (kiri), Asal Usul Babi Kini Terungkap
Babi Ngepet di Depok Ternyata Rekayasa (kanan), Pelaku Penipuan Ditangkap (kiri), Asal Usul Babi Kini Terungkap (kolase Tribun Jakarta)

AI mengakui, rekayasa itu semuanya berasal dari idenya.

Ia mengaku tak ingin mencari untung.

Namun Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar menyebutkan bahwa tersangka ingin supaya "terkenal" dan "dianggap" di kampungnya.

"Saya khilaf, saya lemah, iman saya turun sebagai manusia. Setan masuk ke dalam diri saya sehingga saya punya satu pikiran yang sangat-sangat jahat dan sangat tidak masuk akal," kata AI lagi.

"Waktu pengerjaan, namanya manusia lagi dalam keadaan imannya turun, tidak sadar. Ketika sudah terjadi seperti ini, penyesalan sudah tidak ada artinya lagi. Nasi sudah menjadi bubur," kata dia.

Atas perbuatannya, AI dengan Pasal 10 ayat 1 atau 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946.

AI terancam kurungan 10 tahun penjara. Delapan rekan AI saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh polisi.

(Kompas.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved