Breaking News:

Cerita Kurir Dapat Perlakuan Tak Mengenakkan saat Antar Paket Sandal, Polisi Turun Tangan

Seorang kurir ekpedisi mendadak viral lantaran dirinya mengalami kejadian tidak mengenakkan saat mengantarkan barang pesanan

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa
Kurir yang mengalami kejadian tidak mengenakkan saat mengantarkan barang pesanan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TENJOLAYA - Menahan sabar di bulan puasa merupakan ujian yang dirasakan setiap orang, tak terkecuali apa yang dirasakan seorang kurir ekspedisi Ninja Express yang berkantor di Jalan Leuweung Kolot, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Seorang kurir ekpedisi itu mendadak viral lantaran dirinya mengalami kejadian tidak mengenakkan saat mengantarkan barang pesanan berupa sandal ke salah satu warga di Kampung Cikareo, Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya.

Barang yang diantar kurir tersebut dianggap tidak sesuai sehingga warga tersebut menolak menerima barang pesanan lantaran sandal yang dipesan berbeda warna.

Bahkan, dalam video yang beredar, terjadi perdebatan antara kurir dan warga pemesan.

Kurir, Yoga mengaku melihat warga pemesan masuk ke dalam rumah dan mengambil pistol.

"Belum ditodong sih sempet dihalau oleh istrinya, kornologinya kan sistem COD, pertama-tama datang kan setelah itu dia nanya karena pesanan sempat salah ukuran dan akhirnya nanya lagi membahas soal warna pesanan," ujarnya, Minggu (2/5/2021).

Yoga menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui isi yang ada di dalam paket pesanan si pemesan barang, lantaran dia hanya bertugas mengantar barang.

"Barang diambil sama dia, dan saya meminta untuk lebih dipercepat karena dikejar oleh waktu, saya menjelaskan untuk jangan dibuka terlebih dahulu dengan sistem COD yang seperti itu," jelasnya.

Sementara itu, Yoga memaparkan bahawa kurir manapun tidak bisa untuk membuka barangnya sebelum dibayar.

Lanjutnya, Yoga tidak mengetahui pistol yang dibawa pemesan merupakan senjata api asli atau replika.

"Saya ga tau itu pistol mainan atau benar karena saya panik duluan, saat mau di todongkan ke arah saya di halau oleh sang istri, saya merasa down atas kejadian tadi, dan saya sekarang mau bikin laporan," ujarnya.

Sementara Kapolsek Ciampea, Kompol Beben membenarkan kejadian itu, namun masih proses lidik dan masih proses pengembangan informasi.

"Kejadiannya memang ada. Tapi, kita lagi nyari-nyari info lengkapnya," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved