Breaking News:

Ramadhan 2021

Cerita Ponpes Darul Wafa Rumpin Bogor, Perpaduan Unsur Tradisional dengan Modern

Ponpes Darul Wafa yang mengajarkan tradisi kitab kuning ini didirikan sejak era tahun 90an, berawal dari rasa keprihatinan Kiai Atho dengan daerahnya.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Wafa KH Ahmad Ibnu Athoilah, saat berbincang dengan wartawan TribunnewsBogor.com, Khairunnisa. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, RUMPIN - Menjadi pribadi ahli pikir, zikir dan amal, adalah nilai wajib yang dimiliki para santri di Pondok Pesantren Darul Wafa, Rumpin, Kabupaten Bogor.

Ponpes yang berlokasi tepatnya di Kampung Gobang, RT 2/1, Desa Gobang, Rumpin, Kabupaten Bogor itu dirintis oleh KH Ahmad Ibnu Athoilah.

Ponpes Darul Wafa yang mengajarkan tradisi kitab kuning ini didirikan sejak era tahun 90an, berawal dari rasa keprihatinan Kiai Atho dengan daerahnya.

Hati nuraninya terketuk untuk menjadikan Rumpin sebagai sumber keilmuan, di samping kedua orangtuanya juga menjadi pemuka agama setempat.

"Pesantren Darul Wafa ini berdiri sejak tahun 1996 - 1997. Waktu itu kita melaksanakan pengajian dengan sistem tradisional (kitab-kitab kuning)," ujarnya.

Kiai Atho menekankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari para santri, di mana itu menjasi semangat khas Nahdatul Ulama (NU).

"Di pesantren salaf ini, kita baca kitab-kitab zaman dulu. Ada banyak kitab yang kita baca dan pahami maknanya. Ini tidak terlepas dari pergerakan NU untuk merajut kebersamaan di ponpes," jelasnya.

Ponpes Darul Wafa yang mengajarkan kitab kuning langsung di bawah pengasuhan Kiai Atho.

Khusus Ramadan, di ponpes salaf ini para santri diwajibkan untuk mengkhatamkan kitab Allifiyah dan lain sebagainya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved