Breaking News:

Pemkot Bogor dan PT KAI Matangkan Pendanaan dan Integrasi Trem Kota Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan rencana pembangunan moda transportasi Trem di Kota Bogor.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/Pemkot Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan rencana pembangunan moda transportasi Trem di Kota Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan rencana pembangunan moda transportasi Trem di Kota Bogor.

Dengan target operasional trem 2024 mendatang, Pemkot Bogor bersama PT KAI dan PT Iroda melakukan pembahasan terkait pendanaan dan integrasi rencana rute Trem dengan Stasiun Bogor di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Selasa (4/5/2021).

"Kami membahas terkait dengan studi kelayakan trem yang terintegrasi dengan kebutuhan-kebutuhan PT KAI," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi.

Rudy mengatakan, pembahasan rute sudah selesai kali ini lebih kepada integrasi rute trem dengan stasiun kereta api, MRT, stasiun Bogor dan konektivitas dengan beberapa moda transportasi lainnya. Pihaknya juga membahas terkait anggaran membangun trem yang membutuhkan dana sekitar Rp 1,9 Triliun.

"Terkait anggaran ini kami mencari dengan dua cara yakni government funding atau corporate funding. Corporate funding lebih diperuntukkan mengembangkan TOD di Kota Bogor yang mana regulasi dan perwali-nya sedang disusun," katanya.

Anggaran Rp 1,9 Triliun ini dibutuhkan untuk membangun trem dan memperkuat kelembagaan PDJT. Rencana meluncurnya trem di Kota Bogor ini ditargetkan sudah harus beroperasi pada 2024 mendatang.

"Rute tremnya dari Baranangsiang ke Otista, Juanda, Kapten Muslihat, Nyi Raja Permas, MA. Salmun, Sawojajar, ke Sudirman balik lagi Otista. Ini koridor satu ini yang akan diproses dulu," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved