Breaking News:

Travel Gelap via Puncak Bogor Tawarkan Jasa Via Medsos, Berangkat Malam Hari Tapi Tetap Ketahuan

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa modus travel gelap yang terjaring di Puncak Bogor menawarkan jasanya via media sosial (medsos).

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Aparat gabungan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor berhasil menjaring sejumlah travel gelap di kawasan Puncak Bogor. 

Laporan Wartawan TribunewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa modus travel gelap yang terjaring di Puncak Bogor menawarkan jasanya via media sosial (medsos).

"Modusnya mereka ini menggunakan sarana media sosial menawarkan siapa saja yang mau mudik, kemudian dari media sosial tersebut terdata siapa-siapa yang mendaftar. Kemudian dari pihak travel ini menjemput dan mengantar," kata AKBP Harun di Mapolres Bogor, Rabu (5/5/2021).

Harun menuturkan bahwa pelaku menggunakan kendaraan travel yang tak sesuai trayek bahkan sampai menggunakan mobil pribadi.

Untuk menghindari razia polisi, pelaku travel bodong ini sengaja berangkat malam hari.

"Kita laksanakan operasi dari pagi sampai malam dan kebetulan kita tangkap di Gadog (Puncak Bogor) pada saat malam hari," kata Harun.

Selain itu, mereka juga mencari jalur alternatif menghindari razia aparat yang melakukan penyekatan kaitan pelarangan mudik.

"Tarifnya antara Rp 500 - Rp 1 juta. Pengakuan para driver baru satu kali, namun disinyalir sudah 2 sampai 3 kali. Karena mereka sudah tahu (jalur alternatif), ini bukan pertama kali," katanya.

Diberitakan sebelumnya, aparat gabungan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor berhasil menjaring sejumlah travel gelap di kawasan Puncak Bogor.

Mereka terjaring dalam operasi gabungan pra pelarangan mudik 2 - 4 Mei 2021.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved