Breaking News:

Pengerjaan Belum Juga Rampung, Proyek Jalur Bomang Kini Dilirik Pusat untuk Jadi Jalan Nasional

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, kata dia, turut berupaya mendorong agar ruas Jalan Bomang menjadi jalan nasional.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Proyek ruas Jalan Bojonggede - Kemang (Bomang) di Kabupaten Bogor. (Dok. 9 Februari 2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa pemerintah pusat tertarik dengan pembangunan Jalan Bomang (Bojonggede - Kemang) untuk dijadikan Jalan Nasional.

Setelah pembangunannya oleh Pemkab Bogor tak kunjung selesai, pembangunannya kini bisa dibantu oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Arahan dari Kementrian PUPR, jalan tersebut didorong menjadi jalan nasional," kata Ade Yasin dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, kata dia, turut berupaya mendorong agar ruas Jalan Bomang menjadi jalan nasional.

Pemkab Bogor pun ditugaskan melengkapi dokumen paling lambat sampai Kamis (7/5/2021) ini.

Seperti dokumen Feasibility Study, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar teknis, SK Penetapan jalan dan dokumen pelengkap lainnya. 

"Setelah dokumen diterima pihak Kementrian PUPR, maka akan langsung dibahas bersama Menteri PUPR. Momentum ini harus disambut dengan baik, karena cukup sulit mengalihkan perhatian pemerintah pusat kepada pembangunan Jalan Bomang," kata Ade.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin menambahkan bahwa jalan Bomang akan menghubungkan dua jalan nasional, yakni ruas Jalan Raya Bogor dengan ruas Jalan Raya Parung.

Fungsi jalan ini juga bukan hanya untuk lokal tapi  juga regional serta secara teknis jalan ini lebarnya 50 meter lebih dari standar nasional selebar 25 meter.

Lanjut dia, Jalan Bomang akan menjadi jalan strategis untuk mengurai kemacetan di Tol Jagorawi, karena nantinya jalan di Desa Susukan akan terhubung dengan Depok Antasari.

"Dan sebetulnya, kita sudah overload untuk mengurus jalan, dari Tenjo hingga Tanjungsari itu sangat panjang jalannya, sehingga bisa menjadi alasan agar jalan tersebut diserahkan ke pusat,” ungkap Burhanudin.

Diketahui, proyek ruas Jalan Bomang ini sempat mangkrak karena terkendala pembebasan lahan yang sudah mulai dilakukan sejak tahun 2009 silam.

Pembangunan Jalan Bomang ini akhirnya kembali dilanjutkan pada 2020.

Nantinya, dengan jalan ini waktu tempuh dari Kemang ke Cibinong akan dipangkas dari 1 jam lebih menjadi 10 menit perjalanan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved