Breaking News:

Dampingi Mentan dan Menko Perekonomian, Dedie Lepas Ekspor Tanaman Hias dan Benih Sayur

Dedie A Rachim mendampingi Mentan, Syahrul Yasin Limpo dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat melepas ekspor florikultura.

Istimewa/Pemkot Bogor
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mendampingi Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto saat melepas ekspor florikultura (tanaman hias) dan benih sayuran di Pasar Tanaman Hias Minaqu BNR, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mendampingi Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto saat melepas ekspor florikultura (tanaman hias) dan benih sayuran di Pasar Tanaman Hias Minaqu BNR, Kamis (6/5/2021).

Ekspor tersebut dilakukan dengan tujuan ke beberapa negara. Sebut saja Kanada, Inggris, Norwegia, Polandia, Jerman, Perancis, Rusia, Belanda, Amerika Serikat, Mesir, Nigeria, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, India, Hong Kong dan Selandia Baru.

"Saya bahagia, di tengah hujan ini kita bisa ekspor. Ini berkah, kita bisa ekspor besar-besaran florikultura dan benih sayuran pada Bulan Suci Ramadan. Angkanya fantastis, Rp 70 Miliar untuk hari ini saja dan ini tidak main-main. Tidak hanya cukup di hari ini saja, para eksportir ini simultan melakukan ekspornya setiap hari. Totalnya lebih dari Rp 2,3 Triliun. Efeknya luar biasa bagi perekonomian bangsa ini,” ungkap Mentan Syahrul Yasin Limpo usai pelepasan.

Dalam pelepasan ekspor itu, diwakili dua pelaku usaha tanaman hias dengan nilai transaksi bisnis melebihi Rp 70 Miliar dalam satu hari. Disamping itu, ada total 25 eksportir yang terdata secara simultan melakukan pengiriman dalam waktu dekat ini.

Syahrul menyebut, dalam kurun waktu 2017-2021, Indonesia telah mengekspor 1.4 juta ton produk hortikultura ke berbagai negara dengan nilai mencapai 1,57 miliar US Dollar. Volume ekspor rata-rata tiap tahun berkisar 291 ribu ton dan tertinggi terjadi pada 2018 dengan volume sebesar 435 ribu ton atau setara dengan 439 Juta US Dollar.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mendampingi Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto saat melepas ekspor florikultura (tanaman hias) dan benih sayuran di Pasar Tanaman Hias Minaqu BNR, Kamis (6/5/2021).
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mendampingi Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto saat melepas ekspor florikultura (tanaman hias) dan benih sayuran di Pasar Tanaman Hias Minaqu BNR, Kamis (6/5/2021). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Pada tahun 2020 komoditas buah-buahan memberi nilai ekspor tertinggi sebesar 390 juta US Dollar diikuti oleh sayuran dan tanaman obat dengan nilai 148 juta US Dollar dan 86 juta US Dollar.

Syahrul mengaku, hal ini bentuk nyata komitmen segenap stakeholder hortikultura nasional mewujudkan hortikultura berdaya saing dan memberi nilai strategis terhadap perekonomian bangsa.

"Keberhasilan ini membuktikan bahwa kekayaan hortikultura bangsa diakui dunia. Selain itu secara nyata negara lain membutuhkan pangan yang berasal dari Indonesia," ungkapnya lagi.

Ditempat yang sama, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengapresiasi upaya Mentan, eksportir dan pelaku usaha dalam memulihkan perekonomian bangsa. Airlangga memaparkan, ekspor pertanian tahun ini berkontribusi 2,15 persen dengan catatan naik 14 persen atau senilai Rp 1,45 Miliar.

"Bisnis florikultura terbuka luas. Jika Belanda bisa ekspor besar-besaran, maka Indonesia juga bisa. Ini adalah bisnis yang tidak ada batasnya," papar Airlangga.

Halaman
12
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved