Breaking News:

Film Pulau Plastik Buka Mata Bima Arya Sugiarto Tentang Bahaya Plastik Ramah Lingkungan

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama berbagai komunitas dan aktivis lingkungan melaksanakan nonton bareng

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Dok prokompim
Wali Kota Bima Arya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama berbagai komunitas dan aktivis lingkungan melaksanakan nonton bareng film dokumenter pulau plastik, Jumat (7/5/2021) di Mal Boxies 123 di Jalan Raya Tajur.

Film dokumenter yang dibintangi oleh  Vokalis band rock Navicula asal Bali Gede Robi, Pengacara muda asal Jakarta Tiza Mafira , dan ahli biologi dan penjaga sungai asal Jawa Timur Prigi Arisandi itu membuat mata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terbuka.

Film yang menyajikan tentang kerusakan lingkungan akibat sampah plastik sekali pakai tersebut membuat penontonya sadar bahwa plastik sekali pakai berdampak sangat bedar buat lingkungan.

Dalam film pulau plastik itu juga digambarkan bagaimana Vokalis band rock Navicula asal Bali Gede Robi, dan ahli biologi dan penjaga sungai asal Jawa Timur Prigi Arisandi itu menelusuri bagaiamana importir sampah plastik meraup keuntungan yang nyatanya malah berdampak besar pada lingkungan.

Ending dalam film itu juga digambarkan sejauh mana jejak sampah plastik menyusup ke rantai makanan dampaknya terhadap kesehatan manusia, dan apa yang bisa dilakukan untuk menghentikannya.

Film pulau plastik juga mengangkat isu bagaiaman sampah plastik sekali oakai yanh dibuang ternyata menjadi boomerang sendiri bagi manusia itu sendiri.

"Membukakan mata pada tiga hal yang pertama ternyata Indonesia menjadi target, jadi pembuangan limbah plastik dari negara-negara maju yang selama ini mengklaim telah berhasil untuk mengelola plastik jadi ini sesuatu hal yang menurut saya sangat menyedihkan karena seolah kita tidak bisa apa apa," ujar Bima.

Dari film itu Bima juga mengerti bahwa rupanya plastik sekali pakai yang sering digaungkan bisa terurai cepat yang biasa disebut plastik ramah lingkungan nyatanya sama saja seperti plastik sekali pakai.

"Plastik yang selama ini digaungkan bisa diurai dengan waktu yang sangat cepat film ini menunjukan bahwa tidak bisa jadi kita tidak boleh ditipu lagi, sudah ditipu oleh negara maju ditipu pula oleh produsen produsen itu," kata Bima

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved