Breaking News:

Tonton Film Pulau Plastik, Bima Arya Sampaikan Tiga Poin Kesimpulan

Usai menyaksikan film berdurasi 1 jam 42 menit ini, Bima Arya mengatakan ada tiga hal yang bisa menjadi perhatian bersama.

Editor: khairunnisa
Istimewa TribunnewsBogor.com
Wali Kota Bogor Bima Arya Usai Menonton Film Pulau Plastik di XXI Boxies123 Mall, Jumat (7/5/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wali Kota Bogor Bima Arya mengajak para komunitas peduli lingkungan hingga jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor menonton film ‘Pulau Plastik’ di XXI Boxies123 Mall, Jumat (7/5/2021).

Film ini membawa pesan sederhana, berusaha menggugah kesadaran masyarakat akan bahaya plastik sekali pakai.

Usai menyaksikan film berdurasi 1 jam 42 menit ini, Bima Arya mengatakan ada tiga hal yang bisa menjadi perhatian bersama.

“Pertama ternyata Indonesia menjadi target dari pembuangan sampah plastik dari negara-negara maju yang selama ini mengklaim telah berhasil mengelola plastik. Ini sesuatu hal yang menurut saya sangat menyedihkan karena seolah-olah kita tidak bisa apa-apa, seolah-olah kita ditipu oleh negara-negara itu dengan showcase-nya yang luar biasa tetapi ujung-ujungnya sampahnya dibuang ke kita,” ungkap Bima Arya.

Yang kedua, lanjut Bima, ternyata bahan plastik pun yang selama ini digaungkan bisa diurai dalam waktu yang sangat cepat, di film ini menunjukan bahwa tidak bisa.

“Kota Bogor akan melakukan uji sampling terhadap bahan-bahan itu karena sudah banyak digunakan di Kota Bogor. Kita akan ambil sampel-sampel itu lalu kita akan uji semua. Kalau ternyata tidak lolos uji, kita akan umumkan bahwa itu tidak benar,” jelasnya.

Poin ketiga yang Bima Arya ambil dalam film dokumenter ini adalah tingginya jumlah mikroplastik yang dikonsumsi masyarakat.

Wali Kota Bogor Bima Arya Usai Menonton Film Pulau Plastik di XXI Boxies123 Mall, Jumat (7/5/2021).
Wali Kota Bogor Bima Arya Usai Menonton Film Pulau Plastik di XXI Boxies123 Mall, Jumat (7/5/2021). (Istimewa TribunnewsBogor.com)

Baca juga: Tahun Depan, Pasar Tradisional di Kota Bogor Ditargetkan Tidak Gunakan Plastik Sekali Pakai

“Yang lebih juga mengkhawatirkan ternyata didalam tubuh kita ada mikro plastik yang disebabkan oleh sampah plastik di lingkungan kita, tidak saja di laut atau sungai, tetapi di bahan makanan yang lain,” kata Bima Arya.

“Artinya ini masih PR besar. Langkah kita baru sedikit, melarang kantong plastik di toko modern baru langkah kecil saja. Tahun depan Insya Allah akan diperluas kebijakannya di pasar tradisional, kita harus lebih agresif lagi.

Tapi kata kuncinya adalah kita harus bisa menggerakan kesadaran warga lebih kuat lagi. Pemerintah tidak bisa sendiri. Kita berterimakasih ada teman-teman komunitas. Mari kita bergerak lebih semangat lagi,” tambahnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved