Breaking News:

Ekonom CORE Sebut Kita Butuh Investasi : TKA China Masuk untuk Bekerja

Polemik kedatangan ratusan warga negara asing (WNA) asal China ke Indonesia belum berakhir ditengah larangan mudik Lebaran

Editor: Damanhuri
istimewa
Puluhan warga Fouchou, China yang masih tertahan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta selama 24 jam karena pemeriksaan dokumen penerbangan, Jumat (7/5/2021) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Polemik kedatangan ratusan warga negara asing (WNA) asal China ke Indonesia belum berakhir ditengah larangan mudik Lebaran masyarakat karena alasan demi menekan pandemi.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah berpendapat, Indonesia sangat membutuhkan investasi untuk membuka lapangan pekerjaan untuk ribuan orang. 

Karenanya, dia meminta masyarakat memaklumi kedatangan ratusan TKA China yang tiba di Indonesia dalam beberapa gelombang tersebut.

"Investasi yang dilakukan China ataupun negara manapun, pasti ada syarat atau keinginan dari pemilik investasi (ketika investasi di Indonesia," ujar Piter saat dihubungi, Senin (10/4/2021).

"Salah satunya mereka mempekerjakan tenaga kerja mereka, terutama untuk posisi yang strategis bagi mereka dalam rangka menjaga investasi mereka," sambungnya. 

Menurutnya, kondisi tersebut bukan masalah pemerintah Indonesia tidak lunya tenaga ahli di posisi yang ditempati warga negara China, tapi hal itu memang untuk kepentingannya.

"Kita harus menghargai atau menghormati kepentingan pemilik investasi, karena sekali lagi kita butuh investasi tersebut," ujarnya. 

Piter pun menyebut, adanya syarat beberapa pekerja berasal dari negara investor, juga dijalankan perusahaan Indonesia ketika investasi di luar negeri. 

"Negara lain juga melakukan hal yang sama ketika kita investasi di luar negeri. Kalau mereka membawa tenaga kerja 288 orang, saya yakin mereka mempekerjakan tenaga Indonesia ribuan orang," katanya. 

Jika kedatangan warga negara China ditolak, kata Piter, potensi lapangan kerja untuk ribuan warga Indonesia dapat berpotensi menghilang. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved