Breaking News:

Penampakan United E-Motor T1800 di Bogor, Bodinya Diproduksi Libatkan Industri Kecil

Industri Kecil Menengah (IKM) bimbingan Kementrian Perindustrian (Kemenperin) RI dilibatkan dalam produksi motor listrik United E-Motor

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Industri Kecil Menengah (IKM) bimbingan Kementrian Perindustrian (Kemenperin) RI dilibatkan dalam produksi motor listrik United E-Motor T1800 yang merupakan pengembangan usaha dari PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) di Citeureup, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Industri Kecil Menengah (IKM) bimbingan Kementrian Perindustrian (Kemenperin) RI dilibatkan dalam produksi motor listrik United E-Motor T1800 yang merupakan pengembangan usaha dari PT. Terang Dunia Internusa (United Bike).

PT. Terang Dunia Internusa bekerja sama dengan IKM PT. Laksana Teknik Makmur dalam penyediaan bodi PVN nylon motor elektrik tersebut.

Serah terima produk bodi PVC nylon sebanyak 500 unit dilakukan secara simbolis di pabrik PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) di Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (10/5/2021).

Disampaikan oleh Direktur PT. Laksana Tekhnik Makmur Suwarno kepada Direktur PT. Terang  Dunia Internusa (United Bike) Henry Mulyadi serta disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin RI, Gati Wibawaningsih.

"Ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dari suatu gebrakan besar bagi industri dalam negeri yang menjadi salah satu tonggak kemajuan perekonomian bangsa," kata Direktur PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) Henry Mulyadi.

Langkah kerja sama ini, kata dia, diambil sebagai upaya kerja sama untuk menambah persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk United E-Motor.

Henry mengaku mendukung pengembangan kemajuan industri dalam negeri bekerja sama dengan IKM bimbingan Kememperin.

Sebagai salah satu pelaku industri lokal di bidang sepeda, kata dia, pihaknya memiliki mimpi besar mengenai produksi sepeda di masa datang, yaitu dapat menggunakan komponen-komponen dari industri lokal dan diproduksi di dalam negeri. 

"Kami yakin bahwa apa yang kita mulai hari ini, mampu membawa dampak positif bagi para pelaku industri, khususnya di industri sepeda, lewat kualitas supply chain yang terjaga, quality control yang lebih mudah, serta membantu dalam hal penyerapan tenaga kerja," katanya.

Henry menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia 

yang telah menjembatani IKM dengan para pelaku industri lainnya, sehingga terbentuk sinergi dalam memajukan produksi dalam negeri.

"Kami berharap agar kerja sama yang terjalin hari ini, dapat membuka peluang baru bagi para pelaku industri dalam negeri untuk menciptakan inovasi-inovasi terbaiknya, sehingga mampu melahirkan produk-produk hasil karya anak bangsa yang mampu bersaing di pasar internasional," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved