Breaking News:

Curhatan Penjual Kulit Ketupat di Pasar Bojonggede : Berangkat Pagi, Pendapatan Malah Berkurang

Melawan keterbatasan, itu niat penjual kulit ketupat bernama Rusman ketika melangkahkan kakinya dari Leuwiliang, Kabupaten Bogor

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Kulit ketupat yang dijual di Pasar Baru, Bojonggede, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Melawan keterbatasan, itu niat penjual kulit ketupat bernama Rusman ketika melangkahkan kakinya dari Leuwiliang, Kabupaten Bogor dan menjajakan dagangannya di Pasar Baru Bojonggede.

Rusman mengatakan bahwa dia berangkat dari rumah sekitar pukul 02.30 WIB untuk mengais rezeki dari kulit ketupat yang dijualnya.

Lebih lanjut, Rusman bercerita bahwa dalam dua tahun belakangan ini merupakan tahun-tahun tersulit bagi dirinya yang berharap rezeki dari menjual kulit ketupat.

"Berjualan mulai pukul 03.30 WIB. Kalau boleh jujur, sudah dua tahun ini omzet yang saya dapat dari menjual kulit ketupat terus menurun," ujarnya, Selasa (11/5/2021).

"Sebelum pandemi Covid-19, kulit ketupat yang saya jual, bisa habis sampai 3000 kulit ketupat. Tapi sejak dua tahun ini, saya membuat 1000 kulit ketupat. Itu juga tidak habis," sambungnya.

Dahulu, Rusman mengaku bahwa jelang Lebaran, dia bisa mendapat penghasilan yang cukup menyenangkan.

"Ketika itu dari 3000 kulit ketupat yang laku terjual, omzet yang saya dapat sekitar Rp 800 ribu. Kalau pandemi seperti ini saya hanya mendapatkan Rp 150 ribu," bebernya.

Terkait harga jual, Rusman menjual kulit ketupat dengan sistem per ikat.

"Dagang itu mulai H-2 Lebaran. Itu sudah menjadi jadwal rutin tahunan saja. Satu ikat kulit ketupat itu sebelum pandemi bisa terjual Rp 15 ribu. Nah ketika pandemi seperti ini, terpaksa banting harga menjadi Rp 7 ribu, isinya ada tujuh," ungkapnya.

Sementara itu, Rusman mengaku telah berjualan kulit ketupat sejak belasan tahun lalu.

"Saya menjual kulit ketupat ini sejak tahun 2006. Pandemi seperti ini sangat berdampak bagi pedagang kecil seperti saya ini. Ini kan padahal bisa dibilang pedagang momentum," tegasnya.

Rusman pun berharap agar situasi dan kondisi di Indonesia segera membaik ketika berbicara virus yang telah menghancurkan seluruh sektor kehidupan.

"Ya, semoga pandemi berakhir. Saya hanya orang kecil yang mengais rezeki dari berjualan kulit ketupat," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved