Breaking News:

Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Ini 8 Orang yang Berhak Menerima Zakat

Zakat fitrah di bulan Ramadhan ini hukumnya wajib bagi setiap muslim, dari bayi hingga orangtua.

Editor: khairunnisa
Freepik
Doa Niat Zakat Fitrah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tak lama lagi umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Sebelum itu, umat Islam baik laki-laki maupun perempuan berkewajiban menunaikan ibadah zakat fitrah.

 Tujuannya untuk kembali menuju fitrah, mensucikan diri.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan kerjasama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. H. Waryono Abdul Ghafur M.Ag mengatakan zakat sebagai ibadah bagi umat Islam terdiri atas dua jenis.

Antara lain, zakat mal yaitu zakat yang dikenakan atas harta benda yang dimiliki oleh seseorang dan kemudian zakat fitrah.

"Zakat fitrah ini diwajibkan bagi umat Islam meskipun dia masih kecil," tuturnya kepada Tribunjogja.com .

Baca juga: Besaran Zakat Fitrah yang Harus Dibayar, Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Zakat fitrah di bulan Ramadhan ini hukumnya wajib bagi setiap muslim.

Termasuk anak yang baru lahir dan orang tua yang meninggal dunia ketika bertepatan dengan satu Syawal, maka ia harus dizakati.

Waktu menunaikan zakat adalah ketika matahari terakhir di bulan Ramadan terbenam hingga waktu sholat Idul Fitri.

Sebelum membayar zakat fitrah dianjurkan untuk berdoa dan melafazkan niat.

Besaran zakat fitrah yang wajib dikeluarkan oleh setiap individu, menurut Waryono sebesar 2,5 kilogram makanan pokok.

Dalam hal ini beras.

Jika di Rupiah-kan, maka besarannya tergantung pada harga jual beras perkilogram.

"Seumpama harga beras satu kilogram Rp 11 ribu. Maka besaran uang yang dikeluarkan sekitar Rp 27.500 sampai Rp 30.000," terangnya.

Baca juga: Maksimalkan Akhir Ramadhan dengan Perbanyak Amalan Baca Al Quran, Ini Keutamaannya

Niat zakat fitrah tersebut juga bisa dibacakan tak hanya untuk diri seseorang pribadi namun juga bagi anggota keluarganya.

Nah, berikut bacaan niat bayar zakat fitrah yang mengutip dari Zakat.or.id:

1. Zakat fitrah untuk diri sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Terjemahannya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

2. Zakat fitrah untuk istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Terjemahannya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

3. Zakat fitrah untuk anak laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Terjemahannya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

4. Zakat fitrah untuk anak perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Terjemahannya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu karena Allah Taala.”

5. Zakat fitrah untuk diri sendiri dan seluruh keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Terjemahannya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

6. Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala

Terjemahannya, “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.”

* Doa Menerima Zakat Fitrah

Orang-orang yang menerima zakat fitrah disunnahkan untuk mendoakan pemberi zakat dengan doa yang baik.

Berikut contoh doa yang bisa dilafalkan oleh penerima zakat.

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Siapa saja orang-orang yang berhak menerima zakat atau mustahiq zakat?

Berikut ini 8 golongan orang yang berhak menerima zakat dilansir dari laman zakat.or.id:

Fakir (orang yang tidak memiliki harta)

Miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi)

Riqab (hamba sahaya atau budak)

Gharim (orang yang memiliki banyak hutang)

Mualaf (orang yang baru masuk Islam)

Fisabilillah (pejuang di jalan Allah)

Ibnu Sabil (musyafir dan para pelajar perantauan)

Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat)

 

1. Fakir dan Miskin

Kelompok fakir dan miskin merupakan warga muslim yang harus diutamakan dalam penerimaan zakat.

Penyaluran dana zakat kepada fakir miskin macamnya ada dua, yaitu untuk tujuan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari maupun untuk memberikan kemampuan berwirausaha.

2. Riqab

Di zaman Rasullullah SAW, seorang budak telah menjadi makanan sehari-hari untuk diperlakukan secara tidak manusiawi.

Oleh karena itu, riqab atau secara bahasa berarti memerdekan budak menjadi salah satu sasaran penerima zakat yang berhak menurut Al Quran.

3. Gharim atau Gharimin

Secara bahasa, Gharim atau Gharimin diartikan sebagai orang yang terlilit hutang.

Salah satu golongan penerima zakat ini dikategorikan sebagai penerima zakat yang wajib kita berikan yang terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:

Ghârim limaslahati nafsihi (Terlilit hutang demi kemaslahatan atau kebutuhan dirinya)

Ghârim li ishlâhi dzatil bain ( Terlilit hutang karena mendamaikan manusia, qabilah atau suku)

4. Mualaf

Mualaf juga termasuk orang yang berhak menerima zakat untuk mendukung penguatan iman dan takwa mereka dalam memeluk agama Islam.

Zakat yang diberikan kepada mualaf memiliki peran sosial sebagai alat mempererat persaudaraan sesama muslim.

5. Fisabilillah

Golongan fisabilillah adalah seseorang atau sebuah lembaga yang memiliki kegiatan utama berjuang di jalan Allah dalam rangka menegakkan agama Islam.

Para fisabilillah penerima zakat saat ini dapat berupa organisasi penyiaran dakwah Islam di kota-kota besar, proyek pembangunan masjid, maupun syiar Islam di daerah terpencil.

6. Ibnu Sabil

Seseorang yang berada dalam perjalanan dan kehabisan bekal itu merupakan arti dari ibnu sabil.

Golongan penerima zakat ini diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak dapat meneruskan perjalanannya terlepas dari golongan mampu atau pun sebaliknya.

7. Amil

Amil adalah kelompok terakhir yang berhak menerima zakat apabila 7 kelompok lainnya sudah mendapatkan zakat.

Amil secara bahasa berarti pengelola zakat atau orang-orang yang mengumpulkan dan mengumpulkan dana zakat yang telah diberikan oleh muzzaki (orang yang memberikan zakat).

(TribunJogja/Banjarmasin Post)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Lafadz Niat Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri 1440 H dan Orang-Orang yang Berhak Menerima Zakat, 
Penulis: Noor Masrida 
Editor: Restudia

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Hukum Zakat Fitrah, Syarat, Berapa Kg Dibayarkan Hingga Niat Zakat Sendiri dan Keluarga, http://jogja.tribunnews.com/2019/06/01/hukum-zakat-fitrah-syarat-berapa-kg-dibayarkan-hingga-niat-zakat-sendiri-dan-keluarga?page=all.
Penulis: Ahmad Syarifudin 
Editor: iwe

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved