Breaking News:

Idul Fitri 2021

Salat Idul Fitri di Masjid Raya Kota Bogor Sesuai Prokes, Khotib Berpesan Ini saat Khotbah

Pelaksanaan shalat Idul Fitri di Masjid Raya Kota Bogor berlangsung dengan khusyu.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Raya Kota Bogor berlangsung dengan khusyuk, Kamis (13/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Raya Kota Bogor berlangsung dengan khusyu.

Selain itu pelaksanaan salat Idul Fitri juga dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.

Setiap jamaah yang datang diperiksa suhu tubuh dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Selain itu sebelum pelaksanaan shalat pihak DKM sudah melakukan sterilisasi lokasi shalat.

Dalam pelaskanaan salat Idul Fitri dipimpin oleh Imam shalat Kh Asep Fakhruroji, Bilal M Sogir dan khotib KH Dr Ade Sarmili.

Dalam khutbahnya Ade Sarmili yabg juga Sekretaris MUI Kota Bogor menyampaikan kepada Jamaâh Idul Fitri Rahimakumullâh untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Robbul Gofur.

"Karena perkenan-Nyalah Kita bisa bertemu muka dalam rangka menunaikan Syariat Islam, yakni Shalat Idul Fitri, sebagai manifestasi dari iman dan Islam yang merupakan nikmat terbesar bagi Kita," ujarnya.

Baca juga: Salat Idul Fitri 2021, Masjid Agung Baitul Faidzin Wajibkan Jemaah Patuh Protokol Kesehatan

Pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Raya Kota Bogor berlangsung dengan khusyuk, Kamis (13/5/2021).
Pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Raya Kota Bogor berlangsung dengan khusyuk, Kamis (13/5/2021). (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Ade menyampaikan kumandang Takbir , Tahlil, Tasbih dan Tahmid yang digaungkan oleh segenap kaum muslimin di seluruh dunia sebagai wujud totalitas pengabdian selaku hamba terhadap Sang Kholik yang Maha Segalanya.

Dengan Takbir manusia diingatkan untuk selalu mengagungkan Allah SWT, dengan Tahlil Kita diingatkan untuk tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah SWT, dengan Tasbih Kita diingatkan untuk tidak menyamakan Dia dengan siapapun dalam Zat, Sifat dan Afal-Nya dan dengan Tahmid Kita diingatkan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah.

"Di pagi hari yang cerah Kita melaksanakan salat Idul Fitri sebagai penutup dari rangkaian kegiatan selama bulan Ramadhan setelah melewati "masa-masa kritis" di mana Kita dihadapkan dengan musuh besar Kita, yakni nafsu negatif dengan segala dorongannya," ujarnya.

Dalam hal ini kata Ade ada sebuah Keterangan yang artinya: Musuh paling besarmu ialah nafsumu yang berada di antara kedua sisimu.

Karena seperti diketahui bersama selama bulan Ramadhan musuh kita yang lainnya yaitu Setan dibelenggu, sehingga kita alhamdulillah bisa lebih khusyu untuk menuju idul Fitri.

"Dimana Idul Fitri berarti kembali kepada kesucian jiwa dan Kita pun patut berbahagia manakala sukses dalam berjuang melawan hawa nafsu dan Allah pun merespon Positif kepada yang berhasil dan merespon negatif kepada yang gagal," katanya.

Hal itu kata Adr sebagaimana firman Allah Sungguh beruntung orang yang menyucikannya jiwa itu dan sungguh rugi orang yang mengotorinya (As-Syam (91) : 9-10).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved