Ditinggal Shalat Id, Ibu Muda Ditemukan Bersimbah Darah dengan Tubuh Penuh Luka, Motor Raib

Tak hanya membawa sepeda motor milik korban, pelaku juga melukai tubuh ibu muda tersebut.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Mirror.co.uk
Ilustrasi ibu hamil 

"Mereka saya ajak untuk jaga di kendaraan, saya bilang mau ngambil barang," kata Ahmad saat ditanta polisi, Jumat (30/4/2021) saat pers rilis san olah TKP di SMAN 8, Kota Bogor.

Sementara itu dua orang saudara kembar yang ikut dalam aksi pencurian tersebut Indra dan Andri mengaku hanya diajak dan tidak mengetahui akan mencuri.

Namun rupanya pengakuan tersebut berbohong karena rupanya saudara kembar tersebut sudah beberapa kali ikut dengan Ahmad mencuri.

Baca juga: Nenek 70 Tahun Hidup Sebatang Kara, Perhiasan Rp 16 Juta Digondol Maling, Tubuh Babak Belur Disiksa

Baca juga: Sambil Gendong Bayi 2 Tahun, Ibu Ini Maling Motor di Rumah Kos

Kepada polisi Andri mengaku memakai hasil pencuriannya untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar hutang.

"Iya dipakai sehari-hari, ada (hutang) uang dan kreditan," kata Andri.

Meski demikian, aksi kejahatan para pelaku spesialis congkel jendela dan congkel infokus ini bisa dihentikan.

Wakapolresta Bogor, AKBP Arsal Sahban mengatakan bahwa penangkapan para tersangka ketika melakukan aksi kejahatannya adalah bermula dari adanya patroli yang dilakukan oleh Tim Kujang.

Ketika itu polisi yang sedang melakukan patroli curiga dengan kendaraan yang diparkir di minimarket.

Saat diintrogasi pelaku mengaku sedang menunggu temannya yang sedang mengambil barang di SMAN 8.

Tiga pemuda asal Pandeglang Banten ditangkap Satreskrim Polresta Bogor Kota saat melakukan aksi pencurian di SMAN 8, Kota Bogor. ( TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)
Ketika ditelusuri rupanya pelaku sedang mencuri infokus.

"Iya pelaku ini mengambil dengan cara dibuka diambil satu-persatu (infokus di setiap kelas) sampai sembilan, kemudian dibawa, tapi belum sempat keluar dari dalam sekolah ini sudah bisa disergap dengan anggota kita yang sedang patroli," katanya didampingi oleh Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Dhoni.

Dalam menjalankan aksinya para pelaku ini hanya bermodalkan dua obeng yakni obeng kembang atau obeng plus serta obeng min.

Obeng tersebut kata Arsal digunakan para pelaku untuk mencongkel dan membuka baut infokus.

Tak hanya itu, dari olah TKP rupanya ada juga kelemahan dari penjagaan sekolah yang tidak mengunci seluruh jendela dan pintu.

"Ini juga yang kita ingatkan pada sekolah-sekolah untuk pemgamanan ini sharus diamankan dengan dikunci, baik untuk jendela maupun pintu dikunci jangan dibiarkan terbuka, jadi jangan hanya ditutup tapi juga dikunci," ujarnya.

(TribunnewsBogor.com/Surya.co.id)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved