Ditinggal Shalat Id, Ibu Muda Ditemukan Bersimbah Darah dengan Tubuh Penuh Luka, Motor Raib

Tak hanya membawa sepeda motor milik korban, pelaku juga melukai tubuh ibu muda tersebut.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
Mirror.co.uk
Ilustrasi ibu hamil 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang ibu hamil jadi korban perampokan di Hari Raya Idul Fitri.

Tak hanya membawa sepeda motor milik korban, pelaku juga melukai tubuh ibu muda tersebut.

Ibu muda yang tengah hamil itu ditemukan sudah dalam kondisi luka penuh sayatan di tubuhnya.

Padahal saat itu, dirinya hanya ditinggal sebentar di rumah karena keluarganya melaksanakan shalat Idul Fitri.

Ibu muda itu pun tak ikut shalat Idul Fitri lantaran anaknya sedang tidur.

Namun naas, ia malah jadi korban perampokan dan harus mengalami luka-luka di tubuhnya.

Selain luka, satu unit sepeda motor yang diparkir di garasi juga raib digondol perampok tersebut.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id Jumat (14/5/2021), perampokan sadis itu terjadi di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (13/5/2021).

Kejadian itu bersamaan dengan waktu umat Muslim sedang melakukan salat Idul Fitri.

Garong tersebut diduga telah mengincar rumah milik Mujihati (25).

Baca juga: Maling Motor di Cibinong Bogor Babak Belur Dibogem Warga Usai Aksinya Ketahuan

Baca juga: Ditangkap saat Beraksi di Sekolahan, Komplotan Maling Ngaku Pakai Google Maps untuk Petakan Target

Saat itu korban tidak Salat Idul Fitri karena anaknya sedang tidur.

"Ketika saya kembali, saya ucapkan salam, tapi tidak ada yang jawab. Lalu saya masuk ke dalam rumah, kok ada percikan darah di tembok kamar," kata Widadi, mertua korban Jumat (14/5/2021).

Setelah mengecek ke bagian garasi, Widadi tidak menemukan motor Honda Beat nopol N 5395 CS.

Wanita hamil 2 bulan itu mengalami luka sayatan di sekujur tubuhnya seperti di leher, tangan, dan paha.

"Waktu itu suaminya sedang kerja shift pagi di PG Kebon Agung," tuturnya.

Saat keadian korban memang tidak mengunci pintu rumah dan garasi.

"Korban belum bisa menerangkan kejadiannya. Korban masih dirawat di RSSA," jelas Widadi.

Rumah korban berada di kompleks perumahan yang tidak jauh dari Jalan Raya Sekarpuro, Pakis.

"Saat kejadian itu kunci motor masih nyantol. Ada motor Mega Pro, tapi tidak diambil. Pelaku hanya mengambil motor Beat saja," kata Widadi.

Widadi tidak melihat orang mencurigakan di perumahan tersebut.

Baca juga: Kepergok Bawa Kabur Infokus, Komplotan Maling Dibekuk saat Beraksi di Sekolahan

Baca juga: Sosok Letkol Laut Irfan Suri Korban Tragedi KRI Nanggala 402, Dikenal Warga Pernah Tangkap Maling

"Sebelumnya juga tidak pernah terjadi seperti ini," paparnya.

Kapolsek Pakis, AKP M. Lutfi menerangkan polisi masih mendalami kasus ini.

"Kami sudah memeriksa lima saksi," kata Lutfi.

Maling Infokus

Tiga pemuda asal Pandeglang Banten ditangkap Satreskrim Polresta Bogor Kota saat melakukan aksi pencurian di SMAN 8 Kota Bogor.

Mereka adalah Ahmad dan dua orang saudara kembar Indra dan Andri.

Ketiganya ditangkap oleh Tim Kujang Satreskrim Polresta Bogor Kota ketika sedang mencuri infokus di ruang kelas SMA 8.

Di hadapan polisi Ahmad (30) yang diduga sebagai otak pencurian mengaku sengaja mengajak Indra (24) dan Andri (24) yang merupakan saudara kembar untuk mencuri.

"Mereka saya ajak untuk jaga di kendaraan, saya bilang mau ngambil barang," kata Ahmad saat ditanta polisi, Jumat (30/4/2021) saat pers rilis san olah TKP di SMAN 8, Kota Bogor.

Sementara itu dua orang saudara kembar yang ikut dalam aksi pencurian tersebut Indra dan Andri mengaku hanya diajak dan tidak mengetahui akan mencuri.

Namun rupanya pengakuan tersebut berbohong karena rupanya saudara kembar tersebut sudah beberapa kali ikut dengan Ahmad mencuri.

Baca juga: Nenek 70 Tahun Hidup Sebatang Kara, Perhiasan Rp 16 Juta Digondol Maling, Tubuh Babak Belur Disiksa

Baca juga: Sambil Gendong Bayi 2 Tahun, Ibu Ini Maling Motor di Rumah Kos

Kepada polisi Andri mengaku memakai hasil pencuriannya untuk kebutuhan sehari-hari dan membayar hutang.

"Iya dipakai sehari-hari, ada (hutang) uang dan kreditan," kata Andri.

Meski demikian, aksi kejahatan para pelaku spesialis congkel jendela dan congkel infokus ini bisa dihentikan.

Wakapolresta Bogor, AKBP Arsal Sahban mengatakan bahwa penangkapan para tersangka ketika melakukan aksi kejahatannya adalah bermula dari adanya patroli yang dilakukan oleh Tim Kujang.

Ketika itu polisi yang sedang melakukan patroli curiga dengan kendaraan yang diparkir di minimarket.

Saat diintrogasi pelaku mengaku sedang menunggu temannya yang sedang mengambil barang di SMAN 8.

Tiga pemuda asal Pandeglang Banten ditangkap Satreskrim Polresta Bogor Kota saat melakukan aksi pencurian di SMAN 8, Kota Bogor. ( TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)
Ketika ditelusuri rupanya pelaku sedang mencuri infokus.

"Iya pelaku ini mengambil dengan cara dibuka diambil satu-persatu (infokus di setiap kelas) sampai sembilan, kemudian dibawa, tapi belum sempat keluar dari dalam sekolah ini sudah bisa disergap dengan anggota kita yang sedang patroli," katanya didampingi oleh Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Dhoni.

Dalam menjalankan aksinya para pelaku ini hanya bermodalkan dua obeng yakni obeng kembang atau obeng plus serta obeng min.

Obeng tersebut kata Arsal digunakan para pelaku untuk mencongkel dan membuka baut infokus.

Tak hanya itu, dari olah TKP rupanya ada juga kelemahan dari penjagaan sekolah yang tidak mengunci seluruh jendela dan pintu.

"Ini juga yang kita ingatkan pada sekolah-sekolah untuk pemgamanan ini sharus diamankan dengan dikunci, baik untuk jendela maupun pintu dikunci jangan dibiarkan terbuka, jadi jangan hanya ditutup tapi juga dikunci," ujarnya.

(TribunnewsBogor.com/Surya.co.id)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved