Breaking News:

Cerita Pilu Warga Palestina Tiap Malam Ketakutan Dibom Israel, Cuma Punya 2 Pilihan Selamatkan Anak

Seorang warga Palestina bercerita soal kehidupan warga Gaza di tengah teror serangan bom.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Ahmad GHARABLI/AFP
Pasukan keamanan Israel dikerahkan di tengah bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina soal teror bom di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021 

Karena itu, mereka menambahkan bala bantuan di dekat tanah timur daerah bagian (kantong) itu.

Ketika kekerasan meningkat, krisis kemanusiaan semakin memburuk dengan ribuan keluarga Palestina berlindung di sekolah-sekolah yang dikelola PBB di Gaza utara.

Mereka berupaya menghindari tembakan artileri Israel.

PBB mengatakan, sekitar 10 ribu warga Palestina telah meninggalkan rumah mereka di Gaza di tengah serangan Israel.

Serangan Udara Israel Menghancurkan Kantor Berita

Asap mengepul setelah serangkaian serangan udara Israel menargetkan Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, pada awal 12 Mei 2021. Serangan udara Israel di Jalur Gaza telah menghantam rumah anggota berpangkat tinggi kelompok militan Hamas, militer mengatakan Rabu , dengan markas polisi wilayah juga menjadi sasaran.
Asap mengepul setelah serangkaian serangan udara Israel menargetkan Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, pada awal 12 Mei 2021. Serangan udara Israel di Jalur Gaza telah menghantam rumah anggota berpangkat tinggi kelompok militan Hamas, militer mengatakan Rabu , dengan markas polisi wilayah juga menjadi sasaran. (SAID KHATIB / AFP)

 

Masih mengutip Al Jazeera, Israel telah meratakan sebuah gedung tinggi yang menampung kantor media di Gaza, termasuk Al Jazeera dan The Associated Press.

Terkait hal ini, Safwat al-Kahlout dari Al Jazeera mengabarkan soal penghancuran perumahan.

"Aku telah bekerja di sini selama 11 tahun. Aku meliput banyak acara dari gedung ini, kami telah menjalani kehidupan pribadi profesional, serta pengalaman (di sini)."

"Sekarang semuanya dalam dua detik, lenyap begitu saja," bebernya.

"Semua kolegaku, terlepas dari kesedihannya, mereka tidak berhenti sedetik pun - mereka mencari alternatif agar Al Jazeera tetap menjadi yang teratas dalam berita," imbuhnya.

Harry Fawcett dari Al Jazeera, menambahkan, "Ini adalah momen yang sangat pribadi bagi kita semua. Gagasan bahwa tempat itu (kantor Al Jazeera) sudah tidak ada lagi adalah hal luar biasa untuk direnungkan."

Artikel ini telah tayang di Tribunnews soal serangan Israel di Jalur Gaza 

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved