Breaking News:

Profil Direksi Kimia Farma, Dipecat Menteri Erick Thohir Gara-gara Kasus Antigen Bekas

Erick Thohir memecat seluruh direksi PT Kimia Farma Diagnostika imbas penggunaan alat antigen bekas di Bandara Kualanamu

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
KOMPAS.COM/DEWANTORO
Lima orang ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. Mereka adalah tersangka PC yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya. 

Tidak banyak informasi mengenai Ilham Sabariman.

Dia hanya disebutkan meraih gelar sarjana ekonomi manajemen pada tahun 1989.

Baca juga: Kronologi Gadis 18 Tahun Dibacok Ayah Karena Pakai Motor Tanpa Izin, Korban Luka Parah

Surat pemecatan telah dikeluarkan

Surat pemecatan kepada seluruh direksi telah dikeluarkan Kementerian BUMN.

"Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah (pemberhentian) ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang," jelas Erick Thohir dalam keterangannya pada Minggu (16/5).

Erick Thohir menuturkan, kasus antigen bekas ini perlu ditanggapi dengan serius dan profesional.

Lebih lanjut, Erick mengingatkan seluruh direksi BUMN terikat pada core value yang dicanangkan, yakni amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Sementara, apa yang terjadi di kasus antigen bekas justru bertentangan dengan core value tersebut.

Baca juga: Misteri Perahu Terbalik di Boyolali Terungkap, Tiba-tiba Goyang saat Ditengah Waduk: 7 Orang Tewas

"Karena memang sudah tak sejalan dengan core value tersebut, maka tidak memandang siapa dan apa jabatannya, maka kami persilakan untuk berkarier di tempat lain," terang Erick Thohir.

Menteri BUMN Erick Thohir saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/3/2021).
Menteri BUMN Erick Thohir saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI)

Menurut Erick Thohir, kasus antigen bekas bisa terjadi karena ada kelemahan sistem internal.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved