Breaking News:

Profil Direksi Kimia Farma, Dipecat Menteri Erick Thohir Gara-gara Kasus Antigen Bekas

Erick Thohir memecat seluruh direksi PT Kimia Farma Diagnostika imbas penggunaan alat antigen bekas di Bandara Kualanamu

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
KOMPAS.COM/DEWANTORO
Lima orang ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. Mereka adalah tersangka PC yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya. 

Hal ini bisa merusak kepercayaan masyarakat kepada Kimia Farma karena kualitas pelayanan merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

"Akumulasi dari seluruh hal tersebut membuat kami berkewajiban untuk mengambil langkah ini. Ini bukan langkah untuk menghukum, tapi langkah untuk menegakkan dan memastikan bahwa seluruh BUMN punya komitmen untuk melayani, melindungi, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat," papar Erick Thohir.

Baca juga: Kisah Siska Nekat Jadi PSK Jelang Lebaran Hingga Terjaring Satpol PP: Anak 5, Suami Gak Ada

Untuk itu, Erick Thohir menuturkan auditor independen saat ini tengah bekerja juga untuk memeriksa semua lab yang ada di bawah Kimia Farma.

Adapun  hasil penyelidikan polisi, diketahui jika alat antigen yang telah digunakan ternyata dan didaur ulang di kantor Kimia Farma di Jalan RA Kartini.

Alat yang sudah dibersihkan dibawa pulang ke Bandara Kualanamu untuk digunakan ulang.

SP salah satu kata tersangka mengatakan ia DP membawa alat antigen yang sudah digunakan ke kantor Kimia Farma.

Mereka kemudian membawa dan membawa kembali ke Bandara Kualanamu untuk digunakan.

Ia mengaku melakukan hal tersebut karena disuruh oleh PC, manajer Kimia Farma.

"Itu yang kita bersihkan dengan alkohol 75 persen dan dilap pada brushnya. Tidak rusak," ujar SP.

Picandi Mosko (PC) yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu.
Picandi Mosko (PC) yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. (KOMPAS.COM)

Adapun Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak membuat kegiatan daur ulang alat rapid test ini sudah dilakukan para tersangka sejak Desember 2020.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved