Breaking News:

Profil Direksi Kimia Farma, Dipecat Menteri Erick Thohir Gara-gara Kasus Antigen Bekas

Erick Thohir memecat seluruh direksi PT Kimia Farma Diagnostika imbas penggunaan alat antigen bekas di Bandara Kualanamu

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
KOMPAS.COM/DEWANTORO
Lima orang ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. Mereka adalah tersangka PC yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya. 

"Dari hasil pengungkapan yang dilakukan oleh teman-teman jajaran Ditreskrimsus Polda Sumut, kegiatan ini atau daur ulang ini sudah dilakukan oleh pelaku sejak bulan Desember tahun 2020," kata dia.

Proses daur ulang alat cepat yang tidak memenuhi syarat kesehatan dan standar data yang dipersyaratkan oleh UU tentang Kesehatan.

Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak menjelaskan kemunculan sejak Desember 2020, para tersangka mengantongi keuntungan hingga Rp 1,8 miliar. Saat ditangkap, polisi polisi barang bukti uang tunai Rp 149 juta dari salah satu tersangka.

"Yang jelas ini barang buktinya ada Rp 149 juta dari tangan tersangka. Dan yang jelas satu hari ada 100-150 dan 200 penumpang yang ikut melakukan tes swab ini. Kalau hitung 100 saja, kali 90 hari, sudah ada 9.000 orang," kata Panca .

Ia mengatakan ada perjanjian kerjasama antara pihak PT Angkasa Pura dan PT Kimia Farma yakni biaya Rp 200.000 unti setiap kali tes swab.

"Mereka membagi hasil, tetapi melaksanakan pemeriksaan di sana adalah pelaku yang bekerja di bidang di kantor Kimia Farma," katanya. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved