Breaking News:

Cerita Makam Mengapung di Lokasi Perahu Terbalik, 9 Orang Tewas: Korban Terakhir Ngambang

Rupanya, ada cerita menarik dibalik lokasi terbaliknya perahu maut yang membawa rombongan wisatawan.

Penulis: Damanhuri | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Tribun Bogor/Kompas.com/istimewa
Makam terapung di Waduk kedung Ombo, Boyolali (foto kiri), perahu wisatawan terbalik (foko kanan) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sembilan orang wisatawan meninggal dunia dalam tragedi perahu terbalik di Boyolali, Jawa Tengah.

Disekitar lokasi perahu terbalik, rupanya terdapat makam terapung atau makam mengapung yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Seperti diketahui, perahu rombongan wisata terbalik di Waduk Kedung Ombo, Boyolali.

Dari total 20 penumpang, 9 diantaranya dinyatakan meninggal dunia usai perahu yang mereka tumpangi terbalik di tengah-tengah Waduk Kedung Ombo.

Baca juga: Bocah 8 Tahun Jadi Korban Tewas ke-9 dalam Tragedi Perahu Maut, Sang Nahkoda Kecil Jadi Saksi Kunci

TribunSolo.com/Dok Basarnas
Tim gabungan evakuasi di antaranya Basarnas membawa kantong berisi korban tenggelam di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Minggu (16/5/2021) malam. 


Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul BREAKING NEWS : Korban Terakhir Tragedi Perahu Terbalik Kedung Ombo Sudah Ditemukan, https://solo.tribunnews.com/2021/05/17/breaking-news-korban-terakhir-tragedi-perahu-terbalik-kedung-ombo-sudah-ditemukan?page=all&_ga=2.3835696.1227147398.1621214396-486976353.1562473032.
Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Aji Bramastra
 Tim gabungan evakuasi di antaranya Basarnas membawa kantong berisi korban tenggelam di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Minggu (16/5/2021) malam. (TribunSolo.com/Dok Basarnas)

Rupanya, ada cerita menarik dibalik lokasi terbaliknya perahu maut yang membawa rombongan wisatawan.

Di tengah Waduk Kedung Ombo (WKO) tepatnya di Dusun Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah terdapat sebuah bangunan kecil mengapung.

Di samping kanan kiri pintu masuk utama bangunan itu terpasang dua bendera Merah Putih.

Bangunan kecil tersebut diketahui merupakan makam Nyi Ageng Serang, seorang pahlawan nasional Indonesia.

Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi.

Ia merupakan anak Pangeran Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari Kerajaan Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Sragen - Grobogan.

Baca juga: Kronologi Gadis 17 Tahun Dibuat Tak Berdaya Pacar saat Rayakan Lebaran, Baju Gamis Jadi Barang Bukti

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved