Garang Saat Ngamuk di Pos Penyekatan Cilegon, Uti Ngaku Dilukai Petugas : Wajar Kan Gue Ngebela Diri
Beda dari saat konferensi pers, wanita bernama Gustuti Rohmawati tersebut justru mengaku terpancing kalimat yang diteriakan petugas.
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebelum minta maaf karena mengamuk di pos penyekatan Cilegon, wanita ini ternyata sudah membuat klarifikasi lewat media sosialnya.
Beda dari saat konferensi pers, wanita bernama Gustuti Rohmawati tersebut justru mengaku terpancing kalimat yang diteriakan petugas.
Malahan Uti juga mengalami luka akibat cekcok denngan petugas.
Ulah Gustuti terhadap petugas di pos penyekatan Cilegon memang menjadi viral.
Uti ngamuk kala disuruh putar balik oleh petugas.
Tak berselang lama, Uti diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon di rumahnya, Carita, Kabupaten Pandeglang pada Minggu (15/5/2021).
Dilihat dari akun Instagram @maklambeturah, Uti ternyata sempat live Instagram.
Uti mengaku tak tahu mengapa bisa cekcok dengan petugas.
"Itu gak tau Uti gak tau, itu tadi LLAJ sama petugas kesehatan Uti gak tau apa kenapa bisa gitu,
Uti kaget seorang aparat kok ngomongnya kasar, kalau ke Uti sih gak masalah,
Demi Allah pas sambil lewat gitu pas mau puter balik uti diteriakin an****, ba*****," katanya di video.
Selain itu, Uti juga memposting foto menunjukan tangannya.
"Salah satu tangan gue biru karena dijorogin sama polisi ya,
apakah ini yang namanya ngayomi masyarakat
wajar kan kalau gue sampe ngebela diri
So sad karena tujuan gue," tulis Uti di postingan.
Penyanyi dangdut Inul Daratista pun turut mengomentari postingan Uti.
"Mana mungkin petugas segitu banyak (saksine byk) tempat umum berani aniaya, aku ga percoyoo blasss ," tulis Inul di postingan akun Instagram @maklambeturah.
Sebelumnya diberitakan, Pasca kejadian tersebut ramai diperbincangkan, Gustuti pun berhasil diamankan pihak kepolisian.
Di hadapan Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono dan awak media, wanita yang biasa dipanggil Uty itu menyampaikan penyesalannya sudah memarahi petugas saat dilarang menuju kawasan pantai Anyer.
"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya sebesar-besarnya kepada para petugas dishub dan petugas polisi yang berjaga saat di pos penyekatan Anyer," kata Uty di Mapolres Cilegon dikutip dari Kompas.com, Senin (17/5/2021).

Uty juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas sikap dan perilaku yang tidak terpuji.
"Saya minta maaf atas sikap dan perilaku saya yang pada saat itu meluap dan emosi karena diminta untuk putar balik," ujar Uty.
Gustuti Rohmawati beralasan bahwa perjalanannya menuju objek wisaya Anyel lantaran ingin melayat neneknya.
Namun, saat dilakukan pemeriksaan, penumpang wanita yang duduk di samping sopir memarahi petugas karena tidak terima kendaraan diputarbalikkan.
Selain itu, wanita itu juga tak terima ditegur oleh petugas karena tidak mengenakan masker.
Kapolres Cilegon AKBP Sigit Heryono mengatakan, perempuan yang videonya saat memarahi petugas jadi viral mengaku tujuan ke arah Anyer untuk melayat.
Namun karena tidak memperlihatkan bukti, petugas pun meminta kendaraan itu untuk kembali.
"Ngakunya mau layat orang meninggal, tapi tidak bisa memberikan penjelasan. Diputar balik marah-marah," kata Sigit.
Pengakuan yang diurai Gustuti saat emosi ke petugas pos penyekatan itu hari ini diralat.
Dalam konferensi pers bersama kepolisian, Gustuti meralat ucapannya.
Bahwa ia sebenarnya pergi ke Anyer untuk menjenguk saudaranya yang sakit.
Namun, Gustuti tetap bersikukuh bahwa kepergiannya ke Anyer bukan untuk berwisata.
"Padahal tujuan saya bukan untuk berwisata ke pantai anyer melainkan untuk menjenguk saudara saya yang sakit. Namun persyaratan yang diminta petugas, saya tidak memenuhinya," ungkap Gustuti.

Dikonfirmasi melalui Kapolsek Ciwandan, AKP Ali Rahman mengatakan insiden tersebut terjadi saat petugas memberhentikan mobil yang dikendarai Uty Rahardja atau yang ternyata bernama asli Gustuti Rohmawati.
"Tadi ada sedikit kesalahpahaman, saat kita tanya keperluannya kemana tidak menjawab dengan jelas. Kemudian saat diminta menunjukkan identitasnya, yang bersangkutan tidak bisa menunjukannya," kata Kapolsek Ciwandan, AKP Ali Rahman saat ditemui, Minggu (16/5/2021).
Ali menyebutkan, Gustuti emosi dan melontarkan kata-kata dengan nada tinggi kepada petugas lantaran dilarang menuju Anyer untuk bertakziah.
Disamping itu, kata dia, insiden tersebut sempat memanas karena sopir melajukan mobil hingga menabrak barier pembatas jalan.
"Mobil yang ditumpangi Gustuti tetap melaju dan menabrak pembatas jalan saat ditanya oleh petugas," jelasnya.
Ia menyebutkan insiden tersebut tidak berlangsung lama, petugas akhirnya meminta untuk pengemudi melakukan putar balik agar situasi aman terkendali.
"Tadi sudah kita minta putar balikkan yang bersangkutan," katanya.