Breaking News:

Apel Sinergitas, Wakil Wali Kota Bogor Minta Aparatur Wilayah Pantau Warga yang Nekat Mudik

Pasca lebaran, upaya peningkatan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Bogor terus digalakkan.

Istimewa/Pemkot Bogor
Pasca lebaran, upaya peningkatan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Bogor terus digalakkan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pasca lebaran, upaya peningkatan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Bogor terus digalakkan. Segala kebijakan pun telah diupayakan demi memutus rantai penyebaran virus corona. Dari mulai larangan mudik, hingga pembatasan - pembatasan lainnya.

Meski begitu, tantangannya belum berakhir. Apalagi, ada rencana pemerintah untuk melakukan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada bulan Juli mendatang.

"Tetapi rupanya masyarakat banyak yang belum paham. Banyak yang menerobos mudik, bahkan sampai ada yang menghina aparat. Ini artinya tantangan kita masih harus mengupayakan siapapun yang kembali masuk ke Kota Bogor dari perjalanan mudik mereka harus karantina mandiri," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat menjadi pembina Apel Sinergitas Mengabdi di halaman SMP Negeri 1 Kota Bogor, Rabu (19/5/2021).

Untuk itu, sambung Dedie, ia meminta kepada jajaran aparatur di wilayah baik TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), camat hingga lurah untuk memastikan siapapun yang masuk ke Kota Bogor harus mengikuti protokol yang ada. Terutama mereka yang kembali dari perjalanan mudik.

Pasca lebaran, upaya peningkatan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Bogor terus digalakkan.
Pasca lebaran, upaya peningkatan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Bogor terus digalakkan. (Istimewa/Pemkot Bogor)

Selain itu, para aparatur wilayah juga harus memastikan mereka memiliki hasil swab tes PCR atau paling tidak rapid tes antigen. Diluar itu, Dedie melihat ada pergerakan penambahan jumlah kasus positif Covid-19 harian Kota Bogor. Salah satunya dari klaster di perumahan Griya Melati, Kecamatan Bogor Barat.

"Ini hampir sama dengan klaster tarawih yang ada di Banyuwangi. Di Banyuwangi dari sekian ratus orang ada 6 orang yang meninggal. Jadi artinya kita harus terus waspada, harus terus mengingatkan pada warga Covid-19 ini betul - betul harus kita putus mata rantainya," tegas Dedie.

Upaya itu, kata Dedie dengan cara disiplin, menjaga kekompakan dan juga kebersamaan untuk betul - betul patuh kepada kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah. Hal itu untuk mengurangi potensi jumlah resiko penambahan kasus positif harian di Kota Bogor.

Dedie kembali mengingatkan, bahwa perjuangan belum selesai. Pun ada target utama yang belum selesai bagaimana untuk mengembalikan atau membuat Kota Bogor ini statusnya turun dari Zona Oranye ke Zona Kuning.

"Dalam tugas berat kita mudah - mudahan bapak ibu semua dikuatkan, semoga terus memberikan dukungan pada upaya besar kita ini memutus rantai Covid-19. Untuk itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih," kata Dedie.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved