Breaking News:

Gara-gara Hal Sepele, Majikan Paksa ART Makan Kotoran, Penderitaan Korban Selama Setahun Memilukan

Tak berhenti di situ, ART tersebut dimasukkan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) oleh sang majikan.

Penulis: khairunnisa | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
SURYA.CO.ID/SUGIHARTO
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian saat merilis penganiyaan ART oleh majikan yang berprofesi sebagai pengacara. Dalam rilis, penyidik juga menunjukkan barang bukti yang dipakai menganiaya EAS berupa selang, pipa PVC, setrika dan sapu ijuk, Rabu (19/5/2021) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Majikan yang menyiksa asisten rumah tangga (ART), Fairus atau FF (54) resmi ditetapkan jadi tersangka.

Alasan Fairus tega menyiksa ART-nya sendiri, EAS (47) pun terungkap.

Rupanya, wanita yang berprofesi sebagai pengacara itu menyiksa sang ART adalah karena persoalan sepele.

Sebelumnya, kasus penyiksaan asisten rumah tangga (ART), EAS yang terjadi di Surabaya sempat viral.

Bagaimana tidak, selama lebih dari setahun dia mengalami kerasnya siksaan dari sang majikan.

Tak hanya mendapatkan siksaan fisik, upah EAS pun tak dibayarkan.

Bahkan, majikan berinisial FF itu juga memaksanya memakan kotoran kucing.

Baca juga: Cerita Warga Desa Ciherang Rumahnya Diterjang Banjir, Tiba-tiba Ada Genangan air: Banyak yang Teriak

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengatakan, EAS bekerja pada FF sejak April 2020.

Diungkap pihak kepolisian, sang majikan tanpa belas kasihan kerap menyiksanya dalam kondisi sadar.

Oki mengungkapkan, penyiksaan terhadap EAS dilakukan dengan menggunakan beberapa alat, antara lain selang, pipa, dan setrika.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved