Breaking News:

Heboh Kabar Dilarang Memotret GBK Pakai DSLR, Ini Penjelasan Kemensetneg

Satpam tersebut melarang warga memotret GBK menggunakan kamera profesional dengan dalih sesuai dengan aturan.

Editor: khairunnisa
TribunJakarta.com/Wahyu Septiana
Suasana SUGBK sepi penonton sebelum laga Timnas Indonesia menghadapi Thailand bergulir, Selasa (10/9/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Keluhan warga yang dilarang memotret Gelora Bung Karno menggunakan kamera profesional viral di media sosial.

Keluhan warga tersebut diunggah oleh fotografer Arbain Rambey dalam akun twitternya @arbainrambey pada 18 Mei lalu.

"Motret di kompleks GBK tak boleh pakai DSLR? Apa bedanya dengan pakai mirrorless atau HP premium? Apa dasar aturan ini?" tulis dia.

Dalam unggahannya yang telah di retweet lebih dari 801 kali tersebut, Arbain menuliskan dialog antara satpam GBK dengan warga yang ingin memotret GBK.

Satpam tersebut melarang warga memotret GBK menggunakan kamera profesional dengan dalih sesuai dengan aturan.

Pengelolaan kawasan GBK selama ini berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg, Eddy Cahyono mengatakan bahwa memotret menggunakan kamera profesional serta bersifat komersil harus mendapatkan izin.

"Intinya foto dan video di kawasan GBK diperbolehkan, hanya penggunaan kamera profesional dan bersifat komersil harus mendapatkan izin," katanya kepada wartawan, Jumat, (21/5/2021).

Baca juga: Ngidam, Nagita Minta Jerome Lakukan Ini di Jepang, Istri Raffi Ahmad Menyesal : Tambah Kepengen

Memotret yang bersifat komersil diantaranya yakni Prewedding, Adverstisement, serta endorsement artist papan atas.

Eddy berdalih endorsement untuk UMKM atau produk lokal yang sedang berkembang tidak perlu izin.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved