Breaking News:

Warga Perumahan Terpapar Covid

Pemkot Kaji Jenis Virus Covid-19 yang Menyebar di Griya Melati

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor akan mengkaji jenis virus Covid-19 yang menyebar di Perumahan Griya Melati.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Akses masuk perumahan dijaga ketat setelah banyak warganya terpapar Covid-19 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor akan mengkaji jenis virus Covid-19 yang menyebar di Perumahan Perumahan Griya Melati, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan baha pihanya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk mengkaji mendalam untuk langsung memporoses genome sequencing untuk mengangisipasi apakah ada indikas virus tren baru.

"Iya karena penyebarannya cepat dan penularan banyak, jadi saya kira harus kita lakukan langkah-langkah itu saya juga kontak Menkes untuk memberi atensi khusus agar dipercepat genome sequencingnya, untuk menganalisis ini tren baru atau bukan, itu penting sekali," katanya.

Baca juga: Berjualan Sayur di Komplek yang Dikarantina, Petugas Pasar Pakuan Jaya Pakai APD Lengkap

Baca juga: Kasus Covid-19 di Komplek Perumahan Bogor Barat Bertambah, Kini Sudah Tembus 30 Orang

Terkait kasus penyebarang Covid-19 di Perumahan Griya Melati, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan jumlah 37 orang positif tersebut dari hasil 157 warga yang dilakukan swab tes PCR dari 15 rumah.

Untuk melakukan penanganan pihaknya menurunkan seluruh kekuatan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

"Kita merunkan full tim disana ada dinkes, dlh, disperindag, pd pasar untuk logistik, sterilisasi semuanya jadi semua dinas diturunkan disana sehingga komplek Griya Melati itu lockdown lah," katanya.

Status lockdown itu kata Bima artinya tidak boleh ada warga yang beraktivitas apapun di luar rumah.

"Selain itu warga yang keluar masuk dibatasi dan hanya urusan darurat saja," kata Bima Jumat (21/5/2021) di Balailkota Bogor.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved