Breaking News:

Cerita Peternak Ayam Petelur di Bogor Hadapi Kenaikan Harga Pakan, Kuliatas Produksi Tetap Dijaga

Ditengah harga pakan unggas yang terus merangkak naik, peternak ayam petelur di wilayah Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Peternakan ayam petelur di Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Cisadane Pradana Farm. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM.COM, BOGOR BARAT - Ditengah harga pakan unggas yang terus merangkak naik, peternak ayam petelur di wilayah Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor terus berusaha untuk bisa survive.

Padahal pakan merupakan hal yang utama untuk performa ayam agar bisa berproduksi maksimal.

Owner Cisadane Pradana Farm Hardadi bercerita bahwa kenaikan harga pakan sudah terjadi pada November 2020.

"Naik bertahap awalnya Rp200 perak itu dari November, sampai sekarang itu kenaikannya Rp 1200 perkilogram,"katanya.

Menghadapi kenaikan pakan Ia pun tak bisa berbuat banyak.

Baca juga: Menengok Peternakan Ayam Petelur di Bogor Barat, Ada Kolam Ikannya

Karena untuk mengurangi jumlah asupan pakan kepada ayam akan menurunkan performa ayam.

"Bisa saja ditekan, hitunglah misalkan satu ayam yang sudah produktif butuh 115 gram pakan perhari kemudian di tekan jadi 110 perhari, tapi performa ayam akan rusak nantinya," katanya.

Ia pun mengakui bahwa kenaikan harga pakan menjadi kendala utama bagi peternak ayam petelur.

"Jadi istilahnya hpp nya naik sedangkan harga telurnya begitu begitu saja, ini tidak seimbang, harusnya kan modal peternak nambah berarti harga produknya naik juga ya, tapi kan yang terjadi harga tetap, pakan naik ini lama lama tidak seimbangkan," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved