Cerita Anak Anggota DPRD yang Setubuhi Siswi SMP, Ngaku Kumpul Kebo: Orangtuanya Tahu Kami Serumah

Anak seorang anggota DPRD harus berurusan dengan polisi lantaran menyetubuhi seorang siswi SMP.

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
SHUTTERSTOCK
ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Anak seorang anggota DPRD harus berurusan dengan polisi lantaran menyetubuhi seorang siswi SMP.

AT, pria berusia 21 tahun diketahui anak seorang anggota DPRD Kota Bekasi.

AT sempat menghilang usai dilaporan orangtua PU, gadis remaja berusia 15 tahun ke polisi karena tuduhan pemerkosaan hingga perdagangan orang.

Saat ini, AT sudah berhasil diamankan oleh polisi setelah menyerahkan diri diantar oleh keluarganya setelah sempat kabur ke kawasan Cilacap dan Bandung.

FOLLOW JUGA:

AT yang ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (19/5/202) lalu, dijerat Pasal 81 ayat (2) jo 76 D UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Rupanya, ada pengakuan mengejutkan yang dilontarkan oleh pelaku seusai diamankan oleh polisi.

Baca juga: Putrinya Jadi Korban Pencabulan Anak Anggota DPRD, Ayah Korban : Rumah Saya Digedor Tengah Malam

Baca juga: Kisah Ibu Dibacok Anak Kandungnya Sendiri, Warga Dobrak Pintu saat Korban Menjerit Disiram Air Panas

Baca juga: Reaksi John Kei Dengar Vonis 15 Tahun Penjara Jadi Sorotan: Saya Keturunan Kesatria

Anak anggota DPRD yang kini sudah berstatus sebagai tersangka itu mengakui telah melakukan hubungan suami istri dengan korban yang bersatus siswi SMP.

Pelaku mengakui bahwa dirinya sempat tinggal serumah selama beberapa waktu bersama korban.

Meski begitu, AT enggan disebut bahwa dirinya berpacaran dengan korban PU walaupun telah berkali-kali melakukan ber hubungan intim di kontrakannya kawasan Rawalumbu.

"Jadi, karena saya dengan dia terlalu dekat, mungkin korban menganggap saya sebagai pacarnya, tapi hubungannya emang udah saling sayang-sayangan. Tapi saya selama ini enggak pernah ngucapin perasaan saya ke korban. Memang ada ( hubungan intim)," ucap AT saat dihadirkan di Mapolrestro Bekasi Kota.

Bahkan AT menjelaskan bahwa hubungan keduanya yang seperti pasangan 'kumpul kebo' diketahui oleh orang tua PU.

"Iya, karena saya sama korban tinggal bareng, orang tuanya tahu, karena pernah jemput dia ke kosan dan rumahnya korban juga enggak jauh dari kosan saya dan saya juga akrab dengan orang tua korban. Iya diizinkan (tinggal bareng)," tuturnya.

Hubungan intim, sambung AT, dilakukan tanpa ada unsur paksaan dan atas dasar suka sama suka. Namun demikian, ia menyadari bahwa PU masih di bawah umur.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved