Breaking News:

Cerita Lebaran Mahasiswi Indonesia di Spanyol, Rasakan Suasana Berbeda dengan Tanah Air

Tak bisa kembali ke Indonesia, Michel pun harus rela merasakan suasana Ramadhan di salah satu negara benua Eropa tersebut.

Dokumentasi pribadi
Cerita Lebaran Mahasiswi Indonesia di Spanyol, Rasakan Suasana Berbeda Seperti Tanah Air 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Khairunnisa

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Momen Idul Fitri telah berlalu.

Namun, kesan mendalam masih dirasakan Michelia Masitha, mahasiswi asal Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan di Spanyol.

Menempuh pendidikan di kota Gorliz, Spanyol, Michelia Masitha mengurai cerita terkait pengalaman lebarannya.

Kepada TribunnewsBogor.com, wanita yang karib disapa Michel ini menceritakan pengalamannya merayakan Idulfitri di kota dengan minoritas muslim tersebut.

Saat ini, Michel tercatat sebagai mahasiswi Universidad del Pais Vasco program Marine Environment (MER+).

Tak bisa kembali ke Indonesia, Michel pun harus rela merasakan suasana Ramadhan di salah satu negara benua Eropa tersebut.

Baca juga: Salat Idul Fitri Berjamaah Bersama Keluarga, Bima Arya Sampaikan Pesan Ini

Berpuasa selama 16 jam, Michel mengaku tak mudah menjalani ibadah puasa di kota yang jarang berpenduduk muslim.

Apalagi diungkap Michel, tak ada masjid atau mushola di kota tempatnya saat ini tinggal, Gorliz.

Michelia Masitha dan rekannya saat berlebaran di Bilbao, Spanyol, 13 Mei 2021
Michelia Masitha dan rekannya saat berlebaran di Bilbao, Spanyol, 13 Mei 2021 (Dokumentasi pribadi)

Jumlah warga muslim di Gorliz pun diperkirakan Michel hanya sekitar 10 orang.

Meski begitu, Michel tak patah semangat.

Michel tetap melaksanakan ibadah tarawih dan puasa dengan giat.

Michel mengaku kerap menggelar sholat tarawih bersama teman-temannya sesama muslim.

Selepas satu bulan menjalankan ibadah puasa, tibalah saatnya Michel merayakan Idulfitri.

Mengawali hari besar idulfitri, Michel pun bergegas ke masjid guna melaksanakan sholat ied.

Tak seperti di Indonesia, Gorliz kota Michel tinggal nyatanya tak punya satupun masjid.

Alhasil, Michel harus berkendara selama 1,5 jam guna menuju Kota Bilbao untuk melaksanakan sholat ied.

Suasana sholat ied di Mezquita Al-Fourkan, Bilbao, Spanyol, 13 Mei 2021
Suasana sholat ied di Mezquita Al-Fourkan, Bilbao, Spanyol, 13 Mei 2021 (Dokumentasi pribadi)

Michel melaksanakan sholat ied di Mezquita Al-Fourkan, di Kota Bilbao, Provinsi Vizcaya, Spanyol.

Tampak dalam foto, masjid Al-Fourkan Kota Bilbao memiliki ruangan yang cukup luas.

Namun, ruangan sholat untuk laki-laki dan perempuan terpisah.

Jemaah laki-laki sholat di ruangan utama masjid.

Sementara jemaah perempuan sholat di ruangan tertutup yang berada di dalam masjid.

Suasana di ruangan jemaah wanita saat sholat ied di Mezquita Al-Fourkan, Bilbao, Spanyol, 13 Mei 2021
Suasana di ruangan jemaah wanita saat sholat ied di Mezquita Al-Fourkan, Bilbao, Spanyol, 13 Mei 2021 (Dokumentasi pribadi)

Usai sholat, Michelle dan rekannya sesama muslim pergi ke toko daging halal dan toko kurma.

Selama perjalanan menuju toko, Michelle menyebut warga muslim di sana saling menyapa.

Saat berpapasan, warga muslim di Bilbao akan saling mengucap salam seraya mengucapkan eid mubarak.

"Di situ banyak yang keliling-keliling, kadang kalau papasan salam dan sambil bilang 'eid mubarak," ungkap Michele.

Suasana lebaran di Bilbao, Provinsi Vizcaya, Spanyol, 13 Mei 2021
Suasana lebaran di Bilbao, Provinsi Vizcaya, Spanyol, 13 Mei 2021 (Dokumentasi pribadi)

Suasana lebaran di Spanyol diakui Michel berbeda dengan di Indonesia.

Sebab di Indonesia, banyak kaum muslimin yang turut merayakan Idulfitri.

Sementara suasana di Spanyol, tampak sepi saat hari raya Idulfitri berlangsung.

Meski begitu, warga muslim di Spanyol tetap saling memberikan sapaan dan ucapan selamat Idul Fitri kepada sesama kaumnya.

Editor: khairunnisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved