Breaking News:

Digitalisasi Aset, BKAD Kota Bogor Siap Naikan Nilai Monitoring Center for Prevention

Terkait sepuluh aset yang masih bermasalah termasuk PSU, KPK berminat untuk membantu.

Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan kunjungan rapat kerja di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Senin (24/5/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Syarifah Sofiah melakukan kunjungan rapat kerja di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) di Jalan Pemuda, Kota Bogor, Senin (24/5/2021).

Rapat kerja ini mengevaluasi penanganan aset di BKAD Kota Bogor.

"Pak Wali mengevaluasi penanganan aset., karena saat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) hadir, satu dari delapan komponen penilaian MCP (Monitoring Center for Prevention) nilainya rendah terkait dengan pendataan aset, pensertifikatan aset dan lainnya," ujar Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

Sekda mengatakan, penilaian MCP tersebut dilakukan di awal 2020 yang mana sistem digitalisasi aset masih dalam proses pengembangan.

Di 2021 ini digitalisasi aset sudah selesai sehingga pencatatan aset akan lebih baik dan pensertifikatan aset di 2021 ini sudah ada penambahan sekitar 41 bidang.

"Insya Allah kinerjanya akan lebih baik dan yang ditargetkan pak wali ada peningkatan perbaikan MCP dari 2020 di urutan ke-11 di Jawa Barat menjadi tiga besar," terang Syarifah.

Syarifah menuturkan, terkait sepuluh aset yang masih bermasalah termasuk PSU, KPK berminat untuk membantu.

Pemkot Bogor cukup mengumpulkan pengusahanya dan nanti KPK turut ikut menjelaskan.

"PSU belum jadi aset pemerintah masih di perusahaannya, kalau sudah clear tidak ada masalah nanti diserahkan, dicatat menjadi aset bersih dan bisa membuat MCP lebih bagus," imbuhnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya  melakukan kunjungan rapat kerja di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Senin (24/5/2021).
Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan kunjungan rapat kerja di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Senin (24/5/2021). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Sementara itu, Kabid Aset BKAD Kota Bogor, Dheri Wiriadi Rama mengatakan, BKAD sudah membuat dan mengembangkan aplikasi digitalisasi aset sejak 2020, namun memang sempat tertunda karena Pandemi Covid-19.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved